Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad Tiba di Nunukan Gantikan Satgas Yonif 623/WBU

Diposting pada

JAKARTA, PERSINDONESIA.COM Prajurit Yonarhanud 16/SBC/3/Kostrad yang tergabung dalam Satgas Pamtas RI-Malaysia tiba di Pelabuhan Umum Tunon Taka, Kabupaten Nunukan, menggantikan Satgas Yonif 623/WBU yang sudah purna tugas.

Hal tersebut disampaikan Dansatgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad, Mayor Arh Drian Priyambodo, dalam keterangan tertulisnya di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Senin (4/1/2021).

Diungkapkan Dansatgas, kedatangan prajurit Yonarhanud 16/SBC/Kostrad diterima oleh Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafidz yang bertindak sebagai Irup Upacara penyambutan Satgas Pamtas di Pelabuhan Umum Tunon Taka, pada Minggu (3/1/2021).

“Hadir pula dalam kegiatan ini Danlanal Nunukan, Dandim 0911/Nnk, dan Dansatgas Pamtas Yonif 623/BWU, “ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, Satgas Yonarhanud 16/SBC tiba di Nunukan menggunakan KRI Teluk Lampung-540.

“Setelah upacara penyambutan, kemudian Satgas Yonarhanud 16/SBC secara bertahap akan melaksanakan pergeseran personel menuju pos masing-masing,” jelasnya.

Sementara itu, Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafidz dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada Dansatgas beserta seluruh prajurit Yonarhanud 16/SBC yang akan melaksanakan tugas di Nunukan.

“Besar harapan kami, semoga para prajurit sekalian mendapatkan kesusksesan serta diberikan kelancaran dalam mengemban tugas negara yang telah diberikan,” jelasnya.

“Pastikan tim kesehatan untuk melaksanakan pengecekan secara optimal seluruh prajurit dengan tetap melaksanakan protokol kesehatan dalam memutus mata rantai penyebaran Covid- 19,” sambung Bupati.

Hj. Asmin Laura Hafidz juga menjelaskan beberapa permasalahan yang berkenaan langsung dengan pengamanan perbatasan yaitu pengamanan patok batas yang rawan terhadap upaya penggeseran. Kemudian lalu lintas orang atau tenaga kerja ilegal, termasuk kemungkinan adanya jaringan terorisme serta lalu lintas barang termasuk adanya barang haram atau narkoba yang diselundupkan.

“Selanjutnya illegal logging dan illegal fishing serta SDA lainnya, termasuk permasalahan sosial akibat dari kesenjangan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan dan tantangan kondisi geografi yang menghambat pembukaan akses ke wilayah terpencil dan adanya pandemi Covid-19 yang berdampak juga di seluruh wilayah kabupaten Nunukan terlebih di wilayah perbatasan negara yang sulit dijangkau oleh transportasi dan komunikasi,” tuturnya.

Selesai upacara penyambutan, Bupati dan segenap jajaran tamu undangan yang hadir memberikan salam dan ucapan selamat datang kepada Dansatgas dan Perwira Staf serta para pejabat Danpos Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC/3 Kostrad. (Dispenad)/)Andy.S/red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *