Diduga Penimbun BBM, Rumah H. Saubari Dihajar Si Jago Merah

Diposting pada

 

 

Header

 

 

Persindonesia.com Warga Desa Pengambengan dihebohkan mengamuknya si jago merah yang mengakibatkan rumah salah satu warga Dusun Kelapa Balian, Desa Pengambengan bernama H. Saubari (63) hangus terbakar.

Kodam IX/Udayana Persiapkan Yonif 742/SWY untuk Jaga Perbatasan RI-RDTL

Kejadian berawal diketahui oleh warga sekitar pukul 17.30 wita. Dimana saat itu korban sedang memperbaiki konsletan listrik dan mengakibatkan percikan merambat ke tangki BBM yang ada di ruangan, disana terdapat ada 3 tangki BBM. Akibatnya H. Saubari mengalami luka pada tangan kiri. Selasa, 05 Januari 2021

 

Salah satu warga bernama Lukman yang merupakan anak laki-laki dari H. Saubari menuturkan, bapaknya sedangĀ  memperbaiki listrik yang konslet, hingga menyebabkan percikan arus pendek.

Peran Aktif Karang Taruna Kelurahan Penggilingan Pada Giat BBKT

Ia melanjutkan, akibatnya percikan arus pendek tersebut cepat merambat dan menyambar bahan bakar yang ada diruangan, sehingga kami panik dan semua warga keluar berhamburan ke gang kecil.

Pantauan awak media, diketahui rumah milik H. Saubari dijadikan tempat penyimpanan bahan bakar, berupa stok BBM, sehingga menimbulkan pemicu ledakan, menurut penuturan salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya 3 tangki BBM tersebut diduga berisi bahan bakar premium, pertalite dan pertamax.

Oka Parwata : Vaksin Covid-19 Diperuntukan Usia 18 Tahun Sampai 59 Tahun

Atas kejadian tersebut warga sekitar panik dikarenakan rumah korban berisi banyak bahan bakar yang tentunya akan meledak jika tersambar api, akibat warga yang keluar dari rumah dan berkerumun, menuju gang sempit dan mengakibatkan petugas damkar agak kesulitan masuk ke gang tersebut.

Persiapan Masuk Sekolah TA 2021, Asops Kasdam IX/Udayana Vidcon dengan Ketua Satgas Covid-19 Nasional

Sementara korban H. Saubari langsung dilarikan ke Puskesmas Pengambengan, sementara keluarga diungsikan di rumah salah satu keluarganya.

 

Diketahui ada dua rumah yang ditempati, satu adalah gudang tempat penyimpanan barang dan satu unit rumah lagi dijadikan tempat tinggal.

Hingga saat ini tim Inafis Polres Jembrana masih melakukan penyelidikan (Ed27/Daeng)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *