Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi Segera Terwujud, Ini Penjelasan Bupati Jembrana Terpilih I Nengah Tamba

Diposting pada

Persindonesia.com Jembrana – Bupati Jembrana terpilih I Nengah Tamba, menghadiri sosialisasi Jalan Tol Gilimanuk-Pekutatan di Lantai III Kantor Bupati Jembrana, Rabu (6/1/2021). I Nengah Tamba masuk dalam undangan untuk rencana jalan tol yang diadakan oleh Tim Perencanaan Jalan Tol yang menghubungka 71-15 KM yang merupakan jarak normal Bumi Makepung

Kegiatan sosialisasi ini melibatkan Camat dan Kepala Desa se Kabupaten Jembrana, yang sebagai narasumber dari Tim Perencana Jalan Tol Gilimanu-Mengwi,

Berita Duka, Ketua DPD Nasdem Jembrana Positif Covid-19 Meninggal di RSU Sanglah

“Dalam tahap sosialisasi, ini juga kami dalam tahap Penetapan Lokasi (Penlok) dan didalam penetapan lokasi ini harus mengakomodir apa yang diinginkan pemerintah daerah, dimana luas tol ini melewati 3 kabupaten, dan kami menerima semua masukan dari kabupaten tersebut,” ungkap Konsultan Perencanaan Jalan Tol Unang Budiana saat dimintai keterangan oleh awak media.

Ia melanjutkan, sebelumnya kita sudah sosialisasi di 2 kabupaten yaitu Kabupaten Badung dan Kabupaten Tabanan dan hari ini kita 2 hari di Kabupaten Jembrana, selama 2 hari kami menerima masukan-masukan dari Prmerintah Kabupaten Jembrana terkait design toll ini untuk memperkuat Penlok ini sehingga nantinya dalam pelaksanaannya kita bisa tetapkan.

Inisiasi KH. Ali Rohbini, Pengasuh Ponpes Bustanul Ulum Pekauman Dalam Upaya Perbaikan Jalan Serap Aspirasi Warga Pekauman

“Penetapannya seperti jalan lokal, jalan melasti maupan jalan lainnya, dan juga kita menerima masukan dari camat dan kepala desa masalah tata ruang, dan yang melewati lahan are lahan itu semua kita akomodir dan ditetapkan dalam design nantinya, sosialisasi ini bertujuan untuk mengurangi permasalahan kedepannya dilapangan,” urai Unang.

Dijelaskan juga, untuk mulai pengerjaan proyek tol ini, pertama kita melakukan tahapan design, penetapan lokasi, penetapan design mendetail dan terakhir tahap kontruksi yang akan dilakukan di pertengahan tahun ini yang diawali dengan segmen jalur Pekutatan Soka dalan jarak 30 kilometer.

Beli Motor Sebelah Terjaring Razia Polisi Jadi Masalah

“Setelah itu baru Soka Mengwi dan Gilimanuk Pekutatan. Untuk ruas tol tahun ini dari Mengwi ke Gilimanuk dengan panjang 95,51 KM dan untuk Kabupaten Jembrana yang paling panjang sebanyak 64,6 KM, selanjutnya Tabanan sebanyak 30,3 KM, sementara Badung sebanyak 0,711 KM,” tutup Unang.

Sementara itu Bupati Terpilih I Nengah Tamba saat di konfirmasi terkait jalan tol in Tamba berharap bahwa jalan tol itu nantinya memang dibutuhkan oleh rakyat Jembrana. Pendek kata bermanfaat untuk warga. Sehingga tidak malah meminggirkan masyarakat Bali ujung barat ini.

2 Pelaku Narkoba Diciduk Tim Opsnal Polsek Tapung di Desa Bencah Kelubi

Tamba mengatakan, sosialisasi ini baru pada bagian design fisik. Ia diundang memberikan saran dan pendapat meskipun belum resmi menjabat sebagai orang nomor satu di Bumi Makepung.

Pada dasarnya, pembangunan proyek itu harus mengetahui bahwa semua ruang di Bali khususnya ada aturannya. Meskipun, saat ini memang sudah ada Perda RTRW yakni Perda 3 Tahun 2020. Singkatnya jangan sampai kemudian proyek malah membuat tabrakan kepentingan.

Kasus Positif Covid – 19 Kota Denpasar Semakin Bertambah di Beberapa Kelurahan

“Kalau untuk kepentingan rakyat maka sebagai pemerintah harus mengikuti. Kemudian, hal itu akan menjadi tugas bidang masing-masing dinas untuk dukungan aturan. Apa manfaat tol? Tentu harus sesuai kepentingan rakyat. Karena ini pekerjaan besar pasti ada yang menabrak. Tapi Kalau untuk kesejahteraan maka harus dilakukan,” paparnya.

Menurut Tamba, bahwa dari pemaparan pihak terakit jalan tol, bahwa memang rancangan itu sudah bagus. Terlebih lagi ada pertimbangan, menyangkut tempat suci atau kepentingan umat sudah dibuatkan. Kemudian, ada pertimbangan lintasan satwa. Setelah itu, juga ada lintasan sepeda dayung, dimana hal itu bisa memberikan warna tersendiri di jalan tol yang akan direalisasikan itu.

Plt. Bupati Jember Dilaporkan Ke Polisi, Ini Penjelasan Legislator Gerindra

“Bisa menjadi produk destinasi yang ada. Nanti warga luar Bali bisa menyewa sepeda untuk gowes jadi berapa kilo itu untuk gowes,” jelasnya.

Ia menambahkan, terkait dengan rancangan ini memang masih belum diketahui apakah akan tersambung dengan ACM Rambut Siwi. Sebab, pembangunan yang digadang-gadang dapat menumbuhkan perekonomian Jembrana (ACM) itu ketika tidak dalam satu lintasan maka akan menimbulkan kerugian. “Ya harapannya akan tersambung,” bebernya. (SUB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *