Curah Hujan Lebat, Jalan Raya dan Rumah Warga Terendam Banjir

Diposting pada

Persindonesia.com Badung – Curah hujan yang tinggi mengakibatkan kawasan di Jalan Tangkuban Perahu, Kelurahan Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung, tergenang air mencapai setinggi lutut orang dewasa pada hari jumat (8/1/2021).

Tidak hanya di jalan raya, pertokoan, dan rumah warga juga ikut terendam air. Dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa yang di laporkan. Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Badung Dr. Ni Nyoman Ermy Setiari, mengatakan banjir setinggi lutut orang dewasa terjadi pada jumat pukul 05.00 Wita. Menurutnya, banjir disebabkan tinggi volume air dari aliran sungai di kawasan tersebut, sehingga air meluap ke jalan raya dan merendam pertokoan dan rumah warga.

Aksi Balap Liar Di Situasi Pandemi Covid-19 Sangat Di Sayangkan Kapolres Roby

“Secara umum, kita melihat memang tempat itu di dataran rendah, posisinya turun dan ada sungai. Curah hujan yang tinggi, kemungkinan mengakibatkan got tidak mampu menampung volume air. Bahkan mungkin ada sumbatan di dalam got, sehingga air meluap,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ermy Setiari mengatakan tidak ada korban jiwa ataupun evakuasi warga yang rumahnya terdampak banjir. Pantauan jelang pukul 14.00 Wita, banjir sudah surut.
“Memang ada rumah yang tergenang, tapi tidak sampai ada yang diungsikan,” katanya.

Pesawat Sriwijaya Air 182, Tujuan Pontianak Hilang Kontak Sekitaran Kepulauan Seribu

Sementara itu, Camat Kuta Utara Putu Eka Permana, mengatakan genangan air disebabkan meluapnya dua aliran sungai di kawasan tersebut. “Kami sudah melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak, baik Dinas PUPR dan Perumda Tirta Mangutama Kabupaten Badung, untuk mengatasi masalah banjir ini,” katanya.

Dia melanjutkan, banjir diakibatkan adanya saluran pipa yang cukup besar melintang di saluran gorong-gorong jalan dan pihak Dinas PUPR sudah membuatkan skema solusi untuk permasalahan ini.

Karang Taruna Desa Mukti Sari Adakan Lomba Melukis Pada Anak anak Usia Dini

“Nanti secara teknis pihak PUPR yang mengerjakan perbaikan tersebut dan diharapkan bulan Februari 2021 telah rampung. Kalau tidak segera akan dicarikan solusi, jika hujan lagi maka akan banjir seperti ini lagi,” terang Eka Perman. (Yudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *