Akibat Covid-19, di PHK dan Pulang Kampung, Kini Menjadi Petani Porang

Diposting pada

Jembrana, Persindonesia.com – Akibat pandemi Covid-19 melanda yang sudah hampir 1 tahun lamanya membuat prekonomian masyarakat morat marit, berbagai profesi pun dilakoni untuk bisa menyambung hidup.

Seperti halnya pemuda asal Dusun Pangkung Tanah Kangin, Kecamatan Melaya, I Komang Ekayasa yang dulunya pemandu wisata diving di kawasan Pantai Tanjung Benua Nusa Dua. beralih sebagai petani Porang 10 Januari 2021.

Pada akhir bulan maret 2020 Komang di rumahkan oleh perusahaan tempatnya ia bekerja di salah satu tempat Wisata Bahari di Denpasar, akhirnya kembali ke kampung halamannya, selama berada di rumah, komang mencari peluang agar tanah kebun milik orang tuanya bisa di tanami tumbuhan yang bisa menghasilkan.

Aksara Bali Segera Sejajar dengan Aksara Lain yang Mendunia

Saat awak media berkunjung kerumah komang, ia mengungkapkan, awal mula dirinha menanam porang ini terinspirasi dari petani pak Paidi Porang Madiun di Youtube, ia sedikit bercerita saat itu pada tahun 2019, sedang perjalanan dari Surabaya menuju Bali setelah liburan ke tempat saudara,

“Diperjalanan didalam bus saya membuka youtube diacara Kick Andy mengenai porang, awalnya saya berpikir banyak orang yang tidak paham apa itu porang, dari sana saya terinsfirasi terkait tanaman porang,” ujar I Komang Ekayasa.

Ia melanjutkan, mumpung tidak ada pekerjaan dirinya mencoba memanfaatkan lahan milik orang tua, porang yang dia tanam berupa biji buah (Katak) sebanyak 50 Kg, dia beli pada buan Agustus tahun lalu kemudian di karantina hingga menunggu tunasnya muncul.

Tim SAR Brimob Jabar Cepat Tanggap Bantu Evakuasi Pencarian Korban Longsor

“Tepat pada musim penghujan bulan September 2020 bibit yang berjumlah ribuan yang sama tanam hingga saat ini berusia sudah 3 bulan ya cukup memuaskan,” jelasnya sembari tersenyum.

Lebih jelasnya Komang mengatakan, dirinya membeli bibit dari daerah Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, untuk pemupukannya dirinya menggunakan pupuk organik, selain pupuk permentasi buatan sendiri juga beli lewat Via Online.

Komang juga berharap, semoga petani porang semakin bertambah dan bisa membantu perekonomian keluarga, kususnya menjadi komoditas unggulan di wilayah Bali pada umumnya, kususnya Desa Melaya Jembrana.

Ditipu Agen Abal-Abal, TKI Asal Jembrana Terlunta-Lunta Hidupnya di Turki dan Tidak Bisa Pulang

“Saya merasa yakin dimana hingga saat ini harga dari porang masih menjanjikan. Bisa bersaing dengan tanaman lain, dan dimasa pandemi ini rasanya ini bisa menjanjikan menurut saya,” tutupnya. (Sam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *