Berita Duka, Kepala Kantor Agama Jembrana Meninggal Terkonfirmasi Covid-19

Diposting pada

Persindonesia.com Jembrana – Kabupaten Jembrana kembali berduka, kabar duka datannya dari Kepala Kantor Kementrian Agama Jembrana yang asal dari Dauhwaru berusia 56 tahun meninggal dunia akibat terkonfirmasi Covid-19.

“Sebelum dirawat di rumah sakit Denpasar beliau pernah juga di rawat di Jembrana, dikarenakan terjadi dis saturasi kemudian di rujuk ke Denpasar,” ujar Jubir Satgas Covid -19 Jembrana dr I Gusti Agung Putu Arisantha.

Ditipu Agen Abal-Abal, TKI Asal Jembrana Terlunta-Lunta Hidupnya di Turki dan Tidak Bisa Pulang

Ia melanjutkan, beliau awalnya masuk ke RSU Negara pada tanggal 27 Desember 2020 dengan keluhan sesak dan batuk, dikarenakan kondisinya memburuk beliau dirujuk pada tanggal 01 Januari 2021 ke RPTN Udayana Denpasar dan meninggal dunia dini hari pukul 00.15 wita.

“Memang beliau memiliki riwayat komorbid diabetes militus (DM). Sebelumnya selama beliau di rawat dan dinyatakan positif covid, kami sudah melakukan traking kepada keluarga pasien diantaranya ibu, anak dan keluarganya setelah diswab hasilnya negatif,” jelas Arishanta saat jumpa persnya, Minggu 10 Januari 2021.

Kusak Kusuk Perebutan Sengit Hak Pilih 6000 Suara, 5 Cakades Pancoran Persiapan Pilkades 2021

Hingga hari lanjut Arishanta jumlah pasien terkonfirmasi covid yang meninggal sebanyak 30 orang, dari jumlah yang meninggal tersebut sebanyak 52 persen meninggal terkonfirmasi covid yang memiliki riwayat penyakit penyerta, untuk pasien terkonfirmasi covid yang yang meninggal tidak memiliki penyakit penyerta sebanyak 48 persen, disini kita harus waspada utamakan dengan menerapkan protokol kesehatan secara disiplin.

“Sampai hari ini secara akumulasi sampai tanggal 10 Januari 2021 jumlah penderita Covid-19 di Kabupaten Jembrana, mencapai sebanyak 1.041 orang, kemudian sembuh 878 orang,” uraiannya.

Kontras: Harus Ada Penyelidikan Mendalam Ungkap Asal Usul Senpi Laskar FPI

Arisantha juga menjelaskan, yang dirawat di RSU Negara sebanyak 36 orang, dan di Puskesmas se Jembrana yang masih dirawat sebanyak 37 orang dan sisanya puluhan orang ada di rumah masing-masing isolasi mandiri dikarenakan overloadnya ruang isolasi RSU Negara dan Puskesmas.

“Pasien yang dirawat di Puskesmas ini bagi mereka yang tanpa gejala atau gejala ringan. Sedangkan yang bergejala, zsedang maupun berat barulah di RSU Negara, tapi itu juga sangat tergantung kapasitas ruangan isolasi,” ucapnya.

Kasus Pelemparan Bom Molotof Rumah Wartawati Kampar Masih Menuai Kecewa Bagi Pelapor,Pelaku Lebih Profesional dari Herkules

Dengan catatan tadi sambung Arisantha, kini Jembrana bukan lagi kabupaten dengan kasus positif terendah di Bali. Dibawah Jembrana , kabupaten dengan kasus kasus terendah secara berturut-turut adalah Kabupaten Klungkung dan Kabupaten Bangli.

Terkait vaksinasi kemungkinan baru bisa direalisasikan (vaksinasi) ini di bulan Pebruari. Saat ini juga masih menunggu ijin penggunaan darurat vaksin dari BPPOM . Walaupun sudah divaksin nanti, kita harapkan pelaksanaan 3 M tetap diterapakan ,” tutup Arisahnta. (Sub/Ab)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *