Pasokan Minim, Harga Ikan Makin Meroket

Diposting pada

Persindo Batam – Pasokan ikan di beberapa pasar beberapa hari ini. Musim angin utara diperkirakan menjadi penyebab minimnya jumlah ikan di pasaran.

Hal tersebut menyebakan harga ikan turut melambung. Meski begitu, kenaikan harga ikan masih dalam batas wajar

Header

Hal tersebut diungkapkan oleh pemasok ikan bernama Dedi saat di konfirmasi terkait kenaikan dan kelangkaan ikan di pasar.

Ia juga mengatakan, saat memasok ikan di Pasar Mustafa, Batam Center, jenis ikan yang dijual tidak banyak di Sebabkan gelombang laut di Kepri sedang tinggi, sehingga nelayan sulit melaut.

“Jenis ikan tak banyak, gelombang lagi tinggi karena angin utara, langkanya jenis ikan sudah terjadi sejak dua pekan terakhir. Namun, yang paling terasa sejak akhir tahun hingga sekarang ini,” jelasnya.

Dedi juga menjelaskan, kalau memang ada yang jual, itu jumlahnya pasti sedikit, apalagi jenis ikan karang yang memang di laut dalam.

“Warga kebanyakan memilih ikan benggol dan ikan gembung di Pasar Fanindo, Tanjunguncang, Batuaji, beberapa waktu lalu harga ikan di beberapa pasar di Kota Batam mengalami kenaikan dikarenakan stok ikan yang minim dan musin angin utara,” ucapnya

Dikatakannya, langkanya ikan juga menyebabkan harga naik. Namun, ia memastikan harga ikan tak naik signifikan

Seperti ikan bawal putih yang biasa dijual Rp 70 ribu, saat ini bisa dijual hingga Rp 95 ribu per kilogram (kg). Ikan kakap dari Rp 55 ribu menjadi Rp 70 ribu per kg. Harga di pasar sagulung ikan kembung Rp 55 ribu, selar kosong, benggol Rp 28 ribu.

Sementara itu Bapak Hasan mengatakan, Ini ikan-ikan kecil yang banyak disukai orang. Harga ikan dan pasokan ikan akan kembali normal setelah musim angin utara berakhir.

“Sekarang nelayan agak sulit melaut, jadi tunggu angin utara selesai lah,” menurutnya.

Seperti di Pasar Botania 1, Batam Center. Harga ikan juga cenderung tinggi. Begitu juga dengan jenis ikan tak banyak.

“Banyak lapak pedagang yang biasa berjualan ikan, saat ini nampak tutup. Tadi banyak juga yang jual, cuma kan stok sedikut, jadi cepat habis,” di jelaskan oleh Syamsul, salah satu pedagang ikan dari Pasar Fanindo.

Di tambahkan syamsul sedikitnya pasokan ikan juga berpegaruh terhadap pendapatan pedagang ikan segar.

“Biasanya mereka bisa mendapat untung hingga Rp 400 ribu lebih per hari, saat ini turun hanya 150 ribu, bahkan kurang. Ya bedalah, yang langka ikan-ikan mahal juga. Jadi kurang penghasilan per hari,” tutup Hasan pedangang ikan dari Pasar Sagulung. (Jeff-btm)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *