Oknum LSM Dilaporkan Ke Polda Sumsel Oleh Kades Tebat Agung

Diposting pada

Persindonesia.com Sumsel – Terkait adanya oknum LSM Invetigasi yang meyatakan pembangunan Los Pasar Tebat Agung yang dinyatakan memakan anggaran 600 juta rupiah langsung ditanggapi kepala desa dengan melapor ke Polda Sumsel.

Melalui Kepala Desa Tebat Agung, Kec. Rambang Niru, Kab. Muara Enim Arui Firmansyah secara resmi melaporkan oknum ketua LSM Investigasi Negara Kabupaten Muara Enim berinisial JZ ke Polda Sumsel. Dengan di dampingi kuasa hukumnya Yulison SH,MH dan Sanjaya SH. Selasa (12/01)

Pantauan awak media diketahui pembangunan los Pasar Tebat Agung menurut oknum LSM tersebut mengatakan pembangunan pasar tersebut menghabiskan dan 600 juta rupiah, dan tidak sesuai dengan Rancangan Anggaran belanja(RAP)

Diduga Telah Terjadi Penggelapan Dana Program BPNT Milik KPM

“Pernyataan dari oknum LSM tersebut sebagai sumber dari laporan klien kami ke Polisi, dinilai oknum LSM tersebut menyampaikan berita bohonh pada masyarakat luas,” jelas kuasa hukum Kades Tebat Agung Yulison Amprani SH.MH Dan Sanjaya SH.

Ia melanjutkan, padahal yang sebenarnya anggaran yang di pakai dari anggaran Dana Desa (AAD), yaitu sebesar 103 juta rupiah dan ini tertulis di papan proyek serta telah di sahkan sesuai berita acara pemeriksaan oleh pihak terkait, dalam pembangunan Anggaran Dana Desa (DD) Tahun 2016 Di Desa Tebat Agung.

Diduga Telah Terjadi Penggelapan Dana Program BPNT Milik KPM

“Kita melaporkan oknum Ketua LSM ke Polda Sumsel tersebut, dalam Pasal 310-311 KUHP Dengan Nomor LP: 24/1/2021/SPKT Polda Sumsel 11/1/2021 serta keberatan klien kami karena melaporkan Oknum LSM ke Polda Sumsel tersebut, Karena terkait Fitnah, penghinaan Dan tuduhan atau berita Hoaks, Dimana terlapor juga mengunggah video ke medsos yang menyudutkan Pemdes Tebat Agung,” ujar Yulison.

Lebih jelasnya ia mengatakan, kita sangat keberatan atas tuduhan sepihak dari terlapor, Kepada klien kami dan kami mendesak pihak Direskrimum Polda Sumsel untuk segera menindaklanjuti laporan ami,” tegas Yulison.

Aksi Kejahatan Digital, Pencurian Swap Akun WA Dipakai Untuk Penipuan Berkedok Pinjam Uang

“Laporan Kami Ini sebagai pembelajaran atas ketidak profesionalan atas temuan dari oknum Ketua LSM yang secara sepihak memfitnah dan memberikan tuduhan palsu kepada klien kami,” terangnya.

Ia menambahkan, sebagai Kades Dan Perangkat Desa serta masyarakat Tebat Agung serta khususnya menyangkut terkait pembangunan Los Pasar Tebat Agung Anggaran Tahun 2016 Dana Desa (DD) Yang Di Anggap Oknum LSM Tersebut Tidak Sesuai Anggaran Itu. (Sumber Indo Merdeka) ( R’F Agusni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *