Pihak Imigrasi Diminta Ikut Turun Dalam Sidak Atasi WNA Bandel Soal Prokes Wilayah Badung

Diposting pada

Badung – Protokol kesehatan (prokes) sebagai upaya pemutusan mata rantai penyebaran Covid – 19, kerap kali di langgar warga negara asing (WNA). Bahkan, hal ini banyak di temukan khususnya di daerah Badung, Rabu (13/1/2021).

Banyaknya WNA yang membandel saat di sidak prokes inipun menjadi perhatian Satgas Gotong Royong Desa Adat Kerobokan. Banyak di temui WNA yang melanggar prokes di wilayah ini. Menurut Ketua Satgas Gotong Royong Desa Adat Kerobokan A.A. Bayu Joni Saputra, secara umum masyarakat sudah sangat disiplin dalam penerapan prokes. Termasuk di hari pertama diberlakukannya PPKM.

Nekat Mencuri Ikan, Pelaku Digebugi Anak Korban

Berdasarkan laporan pecalang dan prajuru banjar dari 50 banjar yang ada, masyarakat sudah disiplin menghentikan usahanya pada pukul 21:00 WITA. “Dari laporan foto dan video yang di kirim pecalang dan anggota Satgas, masyarakat sudah sangat disiplin” terangnya.

Sementara banyaknya WNA yang membandel sempat di keluhkan KastPol PP Badung I GAK Suryanegara, yang dibenarkan oleh Gung Bayu. Pihaknya memang kerap melaporkan hal itu baik ke kecamatan maupun ke Satpol PP Badung.

IMB Cendana Extension 2 Tangsel Diduga  Bermasalah Ada Praktek Mafia Perizinan

Ia mengatakan para WNA ini tidak memiliki rasa malu seperti layaknya masyarakat Indonesia pada umumnya. “Kalau masyarakat kita kan begitu ada petugas datang biasanya segan dan malu kalau melanggar, Kalau wisatawan ini tidak.” tegasnya.

Bahkan beberapa kali petugas memberikan sangsi fisik, seperti push-up, hingga sanksi moral dengan di foto sambil membawa tulisan pengakuan melanggar namun mereka seolah tidak jera, malah terkadang ada yang berdebat dengan Satgas.

Oknum LSM Dilaporkan Ke Polda Sumsel Oleh Kades Tebat Agung

Menyikapi fenomena ini, dia berharap pihak imigrasi bisa turun untuk sidak bersama untuk memberikan teguran kepada wisatawan yang membandel.
Karena keberadaan petugas seolah tidak di anggap oleh mereka. Apalagi hampir sebagian besar wisatawan tersebut adalah ekspatriat yang sudah lama tinggal di Bali. “Jadi seolah-olah mereka bisa semaunya, sedangkan masyarakat sangat disiplin menjalankan prokes.” tutupnya. (Yudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *