Musibah Banjir Yehsatang, Bupati Terpilih I Nengah Tamba Gandeng Pengusaha Bali

Diposting pada

Persindonesia.com Jembrana – Pasca banjir bandang Bupati Jembrana terpilih I Nengah Tamba Kembali menyalurkan bantuan berupa sembako kepada korban bencana banjir bandang Sungai Yehsatang ditiga tempat yaitu Desa Medewi, Desa Pulukan dan Desa Pekutatan. Minngu (17/01)

Kali ini Bupati Jembrana menggandeng pihak pengusaha Bali didampingi oleh Sekda Jembrana I Nengah Ledang, Dan Yonif Mekanis 741/ GN Letkol Inf Amin M. Said beserta Dansubdenpom IX/3-2 Negara, Kapten Cpm Doni Kristian, SH.

Sejumlah Awak Media Di Bondowoso Berencana Satukan Pemikiran Dalam Asosiasi

“Dalam hal ini saya menggalang hubungan sosial dengan teman-teman denpasar dan disambut baik juga dari teman-teman kita, dan juga kita aktif dengan mereka di Denpasar, hari ini teman-teman hadir dari Golf Club, Pajero Club, Asita Bali, PHRI dan ada juga dari pihak Bank BRI ada juga pihak-pihak swasta yang terlibat juga.” ungkap Bupati Jembrana terpilih I Nengah Tamba

Ia melanjutkan, kami juga terima kasih kepada pihak keamanan dalam hal ini Yonif 741 Jembrana, Subdenpom IX/3-2 Negara pada umumnya TNI Polri yang sudah memberikan rasa nyaman terlindungi kepada masyarakat walaupun terkena musibah.

Dapur Ambles, Diterjang Hujan Lebat

“Harapan saya agar masyarakat tetap waspada tetap sehat dulu setelah pelantikan nanti baru kami bisa merencanakan bagaimana posisi disini, dan juga kerugian secara material berapa dan kita belum bisa pecahkan berapa,” jelas Tamba.

Terkait proses penanggulangan kedepannya pada saat sehabis melantik nanti ia juga mengatakan, yang pasti kan ini permasalahan paling tidak kita ada solusilah, masalah ini harus ada kajiannya ya tunggulah, nanti kita lihat apakah masuk di anggaran bencana itu kita lihat sekarang, persoalannya saya belum melantik, jadi kalau sudah masuk nanti ini menjadi PR kita nanti secepatnyalah kita pelajari nantinya.

Angkat Kembali Marwah Jurnalis, Ini Yang Dilakukan KJJT Bondowoso

“Walaupun saya belum melantik, besok kita akan bertanya kepada teman-teman di SKPD apakah musibah ini bisa digolongkan dana darurat tanggap bencana atau bagaimana, kalau masuk dikatagori darurat bencana sebenarnya ada penganggarannya di pemerintah yang sekarang, saran saya sih secepatnya ada kajian soalnya kejadian ini sudah parah apalagi ada akses jalan untuk warga yang putus,” tutup Tamba.

Ditempat terpisah Kelian I Ketut Mudiardana, untuk yang terdampak di akibat banjir bandang sebanyak 14 KK tapi yang total rusak parah sebanyak 3 rumah, dimana 2 rumah hanyut dan sisanya terdampak terus untuk yang tinggal di pengungsian sebanyak 10 KK.

Angkat Kembali Marwah Jurnalis, Ini Yang Dilakukan KJJT Bondowoso

Sementara yang 2 KK masih bisa di tempati tapi malam harinya mereka tidur di pengungsian , untuk yang 2 KK terdampak kemarin sempat airnya naik lagi pagar rumahnya roboh dan penghuninya tinggal dirumah kerabatnya, total dari warga yang terdampak sebanyak 46 orang secara keseluruhan. (Sub)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *