Covid-19 Meningkat, Ini Penjelasan Waka Polda Bali Saat Kunker ke Pelabuhan Gilimanuk

Diposting pada

 

Persindonesia.com Jembrana – Peningkatan penyebaran Covid-19 di Provinsi Bali cukup mengkhawatirkan dan menjadi atensi yang serius, selain itu juga kita dihadapkan dengan bencana alam yang sangat memungkinkan terjadi penyebaran virus corona ini.

Hal tersebut dijelaskan oleh Wakapolda Bali Brigjen Pol Roycke Harry Langie, S.I.K, M.H saat kunker ke Pelabuhan Gilimanuk, Kec. Melaya, Jembrana yang didampingi oleh Karo SDM, Dir. Reskrimum dan Dansat Brimob Polda Bali. Selasa (19/01)

PT. Bukit Darmo Property Tbk. Berbagi Kasih Kepada Para Veteran Dan Janda

Rombongan diterima langsung oleh Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa SIK, Manager ASDP Pelabuhan Gilimanuk Windra Soelistiawan beserta PJU Polres Jembrana

“Peningkatan kasus corona cukup memprihatinkan, serta bencana alam yang memungkinkan bisa menyebabkan penyebaran virus corona ini, maka dari itu kita harus memikirkan cara penanggulangannya dengan bersatu padu dengan pemerintah maupun instansi terkait lainnya untuk melakukan langkah-langkah sesuai dengan mekanisme,” imbuh Wakapolda Bali Brigjen Pol Roycke Harry Langie, S.I.K, M.H

Mantap! Penyelundupan Sabu Sebanyak 46 Kg Berhasil Digagalkan Polda Kepri

Sementara itu Kapolres Jembrana AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa SIK, menyatakan, bahwa kedatangan beliau  untuk melihat pelaksanaan tugas kita khususnya di Pelabuhan Gilimanuk ini

 

“Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Pelabuhan Gilimanuk ini salah satu pintu masuk menuju Pulau Bali, beliau menekankan beberapa hal. Yang Pertama yaitu agar tetap selalu menerapkan prokes, mengingat akses terbesar masuk ke Bali selain bandara yaitu di Gilimanuk ini,” ungkap Gede Adi seijin Wakapolda

Kekerasan Yang Menimpa Jefri Di Pondok Pesantren Al-Amin Akan Terus Dilanjut Ke Meja Hijau

Ia melanjukan, beliau juga menekankan agar di bentuknya suatu posko terpadu, yang terdiri dari TNI Polri, instansi terkait yg ada di Gilimanuk ini, sehingga dengan adanya posko terpadu tersebut, dalam penanganan pencegahan dan penyebaran virus Covid-19 ini lebih terstruktur dan terarah.

 

“Terkait sopir-sopir truk, saat ini untuk rapid tes antigen itu gratis, kemarin sempat ada informasi bahwa bayar dan sekarang sudah mulai gratis lagi, yang mana sopir angkutan logistik itu supaya bisa melaksanakan di Banyuwangi tepatnya di terminal Sritanjung dan disini,” jelas Gede Adi.

Karya Bhakti Perbaikan Turap Penahan Air Kampung Tengah Kramat jati

Sedangkan disini untuk rapid, alat kesehatanya di bantu oleh pemerintah provinsi, kemudian untuk tenaga yang melaksanakan rapid dilakukan oleh Kimia Farma, namun Kimia Farma tetap juga melayani rapid mandiri, itu untuk pelaku perjalanan diluar logistik.

 

“Saat ini kita akan mematenkan lagi, kita buat suatu tempat pos, yang bertujuan untuk pengimput data, dan teknis pelaporan. seperti kita ketahui bersama di ujung Cekik sana sudah ada pos terpadu yang bertujuan untuk apabila ada masyarakat yang masuk ke Bali tidak membawa rapid antigen non reaktif akan kita kembalikan, cuma kita akan tetap membikinkan kantor untuk mempermudah melaksanakan koordinasi”, terang Gede Adi

Longsor Tutup Akses Jalan Warga, Kodim Tabanan Turun Tangan

Lebih jelasnya ia mengatakan, sementara untuk saat ini, dari pantauan kita, untuk orang yang masuk ke Bali di bandingkan dengan liburan kemarin sangat jauh menurun sekali, dan saat ini lebih didominasi oleh logistik”, tutupnya. (Ida)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *