Subhan Adi Handoko S.H., M.H. Selaku Kuasa Hukum Korba Pengeroyokan Gandeng Srikandi DPP LSM KPK Nusantara : Meminta Penegak Hukum Betul Betul Di Laksanakan

Diposting pada

Sumenep – Persindonesia – Sebuah Ponpes (Pondok Pesantren) yang biasanya di jalani dengan penuh kedamaian, tenang dan hampir tidak pernah terdengar sebuah kegaduhan, akan tetapi tidak seperti kali ini di sumenep, Senin (18/1/2021).

Suatu kejadian yang mungkin saja bisa tercoreng nama baik sebuah Lembaga Pendidikan Keagamaan, karena tidak seharusnya terjadi di Ponpes Al-Amin Sumenep Madura, Jawa Timur.

Telah terjadi pengeroyokan pada seorang santri di Ponpes Al-amin sampai pada akhirnya tidak sadarkan diri akibat pukulan beberapa orang yang juga masih terhitung santri Ponpes Al-Amin juga.

Korban penganiayaan tersebut bernama Mohammad Jefri Adi Laksono (15) Tahun siswa kelas III E Reguler di Ponpes Al-Amin yang berada di Kamar Rayon JQH, yang pada saat itu menurut keterangan dari Aminollah (45) tahun warga Dusun Bunut RT.01 RW.02 Desa Plakpak Kecamatan Pagantenan, Kabupaten Pamekasan Madura Jawa Timur.

Lanjut, Aminollah selaku Bapak dari Korban mengatakan bahwa saat anaknya di aniaya tidak tahu karena dirinya Rumah.

“Pada saat itu ada telpon dari salah satu Wali Santri mengabarkan, bahwa anaknya Jefri Adi Laksono di aniaya oleh teman santrinya,” kata Aminollah pada (16/1/2021).

Saat itu juga dirinya bersama keluarga langsung mendatangi Ponpes Al-Amin tempat anaknya belajar, akan tetapi saat itu di ketahui bahwa anaknya di bawah oleh Wali Santri yang menelpon dirinya, dan minta bertemu di Pom Bensin Pakamban.

Sesampainya di sana ternyata terlihat keadaan anaknya terluka dan tidak sadarkan diri, selanjutnya Aminollah (Bapak Korban) langsung membawa kembali ke Ponpes Al-Amin untuk menanyakan tentang kejadian tersebut.

Tetapi saat di ponpes dirinya tidak menjumpai Kyainya, akhirnya anaknya selaku korban langsung di bawah ke Puskesmas Prenduan dan kemudian dirinya segera melangkah ke Polsek Prenduan Untuk melaporkan kejadian tersebut.

Sementara itu Kapolsek Prenduan Iptu A. Supriyadi, SH saat di Konfirmasi bersama awak media mengatakan, bahwa semua itu masih akan di selidiki terlebih dahulu dan akan semua pihak akan di panggil.

Selanjutnya, dengan pihak Polsek Laporan di terima dan di beri STPL (Surat Tanda Penerima Laporan) dengan nomor surat : STPL/04/I/2021/Reskrim/Sumenep/SpKT Prenduan.

Sementara itu awak media masih mencari dan belum bisa bertemu dengan pihak Ponpes Al-Amin untuk di konfirmasi tentang kejadian tersebut.

Siti Mahmuda Ketua Srikandi DPP KPK Nusantara dan juga divisi PPA di LBH-PHH (Lembaga Bantuan Hukum Peduli Hukum Dan Ham), menegaskan, Dengan adanya penganiayaan terhadap Seorang anak yang bernama Mohammad Jefri Adi Laksono sangat di sayangkan seharusnya di Pondok pesantren adalah tempat untuk mencari ilmu bukan untuk Menjadi ajang Premanisme.

” Saya Selaku Ketua Srikandi DPP LSM KPK Nusantara, meminta penegak hukum Khususnya Polsek Prenduan agar memproses secara hukum yang menimpa seorang anak yang bernama Mohammad Jefri Adi Laksono berdasarkan Hukum Yang berlaku di Indonesia.”Pintanya

Disampaikan oleh kuasa hukum korban, SUBHAN ADI HANDOKO, S.H., M.H., ” Saya sebagai kuasa hukum dari Pelapor menyarakan kepada pihak kepolisan agar bertindak tegas sesuai peraturan perundang-undangan, karena ini sudah bentuk penganiayaan yang bisa mengecam nyawa klien kami, saya meminta agar supaya pelaku segera dilakukan penahanan. Harapan saya supaya penegakan hukum betul-betul di lakasanakan demi terciptanya keadilan yang berketuhanan.” Ungkap Owner Law Firm HNS & PARTNERS ini, saat dikonfirmasi via Sambunga Telephone. (Satria/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *