Satgas Covid – 19 Adakan Posko 24 Jam Guna Tertibkan Prokes

Diposting pada 0 views

 

Persindonesia.com Denpasar – Pelaksanaan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Bali, 11-25 Januari 2020, kurang efektif. Indikasinya, dalam 12 hari pertama PPKM, justru terjadi lonjakan total 3.835 kasus Covid-19. Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali pun ambil langkah, dengan mendirikan Posko 24 jam untuk tongkrongi pusat keramaian seraya tertibkan protokol kesehatan.

Kodim Bangli Kampanyekan 3M Dan 3T Serta Program Vaksinasi COVID-19

Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, I Made Rentin, mengatakan pihaknya telah meminta Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten/Kota se-Bali untuk mendirikan Posko 24 jam. Posko tersebut harus dibangun di tempat-tempat yang rawan pelanggaran protokol kesehatan dan terjadi kerumunan, mulai Sabtu (23/1/2021) hari ini.

 

Menurut Made Rentin, tempat rawan kerumunan hingga harus dibangun Posko 24 jam, antara lain, pusat perbelanjaan, pusat kuliner, dan tempat umum lainnya. Posko 24 jam ini mendesak untuk didirikan guna mencegah pelanggaran protokol kesehatan yang masih saja terjadi, walaupun diberlakukan PPKM. “Posko yang akan dibangun ini wajib ditongkrongi full 24 jam,” ujar Rentin saat dikonfirmasi.

Cegah Covid-19, Serda Romdloni Sosialisasikan Protokol Kesehatan

Rentin menegaskan, Posko 24 jam ini akan melibatkan petugas gabungan, termasuk dari TNI/Polri. “Mulai hari ini, kita efektifkan Posko 24 jam di tempat-tempat rawan kerumunan, penindakan dipertegas lagi. Kami sudah minta petugas dari TNI/Polri,” tegas birokrat asal Desa Werdi Bhuwana, Mengwi, Badung yang juga Kepala BPBD Bali ini.

 

Menurut Rentin, di tempat umum seperti pasar dan Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, selama ini masih tinggi terjadi pelanggaran protokol kesehatan dan rawan terjadi kerumunan, meskipun sudah ada penertiban. Maka, dengan Posko 24 jam disertai penindakan tegas, diharapkan tak terjadi lagi pelanggaran Prokes di tempat umum. “Posko yang dibangun nanti harus ditongkrongi 24 jam,” ujar Rentin.

90 Persen Warga Tangsel Tertib Gunakan Masker Saat Beraktivitas

Sementara, Ketua Komisi I DPRD Bali (membidangi keamanan dan ketertiban), I Nyoman Adnyana, meminta pemerintah melakukan penerapan protokol kesehatan di wilayah lebih kecil, disertai penindakan lebih tegas. “PPKM yang diberlakukan selama ini agak semi, masih ada longgarnya. Efektivitas penegakan Prokes kan tidak mengerucut ke desa-desa, jadi kurang fokus,” papar. Adnyana.

 

Adnyana meminta Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali dan Kabupaten/Kota untuk menghidupkan lagi Satgas Gabungan dan Satgas Gotong Royong di Desa Adat. Penanganannya juga difokuskan di daerah yang angka positifnya tinggi. “Seperti di Desa Abuan, Kecamatan Susut, Bangli kemarin. Begitu ada angka kasus positif Covid-19 tinggi, langsung isolasi kawasan, warganya nggak boleh ke mana-mana. Ya, begitu polanya. Kembalikan pola lama ini,” tegas politisi senior PDIP asal Desa Sekaan, Kecamatan Kintamani, Bangli

Pos Towe Hitam Satgas Pamtas Yonif 312/KH Bersama Warga Gotong Royong Bersihkan Gereja Di Perbatasan

Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, tambahan kasus terbanyak terjadi di Denpasar mencapai 91 kasus baru. Disusul kemudian Badung dengan 76 kasus baru, Gianyar (47 kasus baru), Tabanan (37 kasus baru), Jembrana (26 kasus baru), Karangasem (11 kasus baru), Buleleng (9 kasus baru), Klungkung (6 kasus baru), dan Bangli (2 kasus baru). Selain itu, ada tambahan dari luar daerah sebanyak 6 kasus baru dan WNA sebanyak 2 kasus baru.

DPP DPC Ormas GPAB SUMSEL Apresiasi Keputusan Presiden dan DPR RI Atas Pengangkatan Komjen Listyo Sigit Sebagai Kapolri

Daerah di Bali yang paling parah terpapar Covid-19 hingga saat ini masih tetap Denpasar, yakni mencapai 6.563 kasus, disusul Badung (4.374 kasus), Gianyar (2.865 kasus), Tabanan (2.799 kasus), Buleleng (1.590 kasus), Jembrana (1.409 kasus), Karangasem (1.182 kasus), Bangli (1.089 kasus), dan Klungkung (1.072 kasus). Sedangkan dari luar daerah Bali mencapai 216 kasus dan WNA sebanyak 60 kasus. Hingga saat ini, jumlah pasien Covid-19 di Bali yang masih dalam perawatan mencapai 2.966 orang atau 12,77 persen dari total 23.219 kasus positif.

 

Dari jumlah itu, korban meninggal terbanyak berada di Denpasar mencapai 131 orang, disusul Gi-anyar (94 orang), Badung (82 orang), Tabanan (75 orang) Buleleng (75 orang), Karangasem (54 orang), Bangli (41 orang), Jembrana (39 orang), dan Klungkung (23 orang).

(Yudi)

361140login-checkSatgas Covid – 19 Adakan Posko 24 Jam Guna Tertibkan Prokes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *