Siswi Non Muslim Diwajibkan Gunakan Jilbab? Nadiem Makarim : ‘Ini Pelanggaran HAM’

Diposting pada

 

Persindonesia.com Jakarta – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim angkat suara terkait kebijakan SMKN 2 Padang yang mewajibkan seluruh siswinya, termasuk non muslim, untuk menggunakan jilbab.

Header

Suara Ledakan Misterius di Bumi Panji Sakti Buleleng, Pertanda Apakah Ini?

Menurut Nadiem, hal itu merupakan pelanggaran HAM.

“Terkait kejadian di SMKN 2 Padang, saya tekankan bahwa dengan berpedoman pada peraturan yang berlaku, yaitu Pasal 55 UU 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia bahwa setiap anak berhak untuk beribadah menurut agamanya, berpikir, dan berekspresi sesuai dengan tingkat intelektualitas dan usianya, di bawah bimbingan orang tua atau wali,” kata Nadiem melalui akun resminya di Instagram, Minggu (24/1).

Wujud Empati DTT-SMDE Polda Bali  kepada Jro Nengah Narmi

Selain itu, kata Nadiem, pada Pasal 4 Ayat 1 UU 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional disebutkan bahwa pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif, dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia nilai keamanan nilai kultular dan kemajemukan bangsa.

KPU Nias Barat, Tetapkan Bupati & Wakil Bupati Nias Barat Terpilih

Lalu pada Pasal 3 Ayat 4 Permendikbud Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah Bagi Peserta Didik Jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah, dinyatakan bahwa pakaian seragam khas diatur oleh masing-masing sekolah dengan tetap memperhatikan hak setiap warga negara untuk menjalankan keyakinan agamanya masing-masing.

 

“Maka sekolah tidak boleh sama sekali membuat peraturan atau himbauan kepada peserta didik untuk menggunakan model pakaian kekhususan agama tertentu sebagai pakaian seragam sekolah, apalagi jika tidak sesuai dengan agama atau kepercayaan peserta didik,” kata dia. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *