Terkait Ketua LPD Budeng di Non Aktifkan, Ini Penjelasan Bendesa

Diposting pada

Persindonesia.com Jembrana – Terkait informasi keberadaan LPD yang diberitakan di media sosial (fb) yang disebutkan LPD Desa Budeng, Kecamatan, Jembrana, yang diduga mengalami penyimpangan dana.

Diketahui LPD yang berdiri sudah lama dengan modal awal sebanyak 170 juta rupiah tersebut, hingga kini aset dari LPD tersebut berkisar 1,2 miliyar lebih dan diduga ada penyelewengan dana sebanyak kisaran 400 juta rupiah.

Header

Tukang Servis Motor Dengan 10 Anak Di Surabaya Barat Mampu Kuliahkan Anaknya Hingga Jadi Sarjana

Terkait hal tersebut awak media mendatangi salah satu warga yang mempunyai tabungan dan deposito berjumlah puluhan juta, dirinya membenarkan kejadian tersebut dan mengutarakan bahwa dirinya sudah lama menaruh deposito sebanhak 30 juta dan uang tabungan sebanyak 50 juta di LPD tersebut. Senin (25/01)

Mendengar desas desus bahwa LPD Desa Budeng mengalami permasalahan keuangan dirinya mencoba menarik tabungan, akan tetapi dari pihak LPD menjawab bahwa belum ada uang dikarenakan pandemi covid.

Awak Media Nkripost.com Di Ancam Persekusi, STOP! Intimidasi Jurnalis

Akibat dari permasalahan tersebut sebagian warga mengadukan ke Bendesa Budeng, atas paruman desa diputuskan menon aktifkan Ketua LPD Budeng I Wayan S.

Sejak di nonaktifkan Ketua LPD Desa Budeng I Wayan S, dirinya baru bisa menarik tabungan walau pemberiannya dicicil oleh pengurus yang baru sampai lunas. Untuk deposito dari pengurus yang baru masih menyelesaikan pengauditan keuangan LPD.

Watir Di PHP Pemkot Tangerang Soal LSG, Masyarakat Minta Ada Rapat Bersama

Begitu halnya juga salah satu warga dirinya menyimpan deposito sebanyak 100 juta dan tabungan sebanyak 30 juta, untuk uang tabungannya sudah di cairkan semua hanya uang deposito belum cair dikarenakan belum jatuh tempo.

Dari keterangan warga yang berhasil di himpun awak media mendatangi Bendesa Budeng I Ketut Hindu Riyasa yang juga sebagai pengurus yang baru.

Cekcok Berujung Penusukan, Pelaku Berhasil Ditangkap 

Ia mengatakan, terkait informasi tentang LPD desa kami, memang benar adanya, itu sebenarnya sudah kita atensi sebenarnya, kemarin sudah kita komunikasikan kepada krama (warga) dan sudah 2 kali kita paruman terkait hal tersebut itu sudah tidak ada permasalahan lagi.

“Terkait masalah aset, tabungan, depsito itu sudah semua kita bisa atasi, kita sudah rapat (paruman) bersama warga disana saya tegaskan, saya sudah atensi semua itu, dana krama (warga) tidak ada masalah, kita sudah upayakan dan kita tidak mengarah langsung ke pidana, karena saya mau menyelamatkan aset LPD dan dana nasabah mencapai 1,2 miliar lebih, saya menjamin itu,” tegas Riyasa.

Ungkap Kasus Kriminal yang Jadi Perhatian Publik, Polresta Denpasar Beri Penghargaan ke Jajarannya

Lanjutnya, kita sudah dua kali mengadakan paruman (rapat) jadinya warga kami paham apa yang akan saya lakukan, kalau sampai proses pidana ujung-ujungnya merugikan warga kami. Kita sudah benahi dan kita juga sudah bekerja dengan pihak lain.

“Terkait adanya nasabah yang tidak bisa mencairkan dananya disini dan dikatakan ditolak pencairannya oleh pihak LPD, memang dulunya seperti itu awalnya setelah saya masuk kedalam dan mencoba membenahi serta mencari solusi, dan sudah saya klarifikasi apa yang menjadi hak krama (warga) sampai saat ini sudah tidak ada masalah.

Hermanto : E Warong Sipungguk Milik BUMDes Bukan Rosniati

Dikarenakan adanya penyimpangan sebelumnya, dan sudah saya klarifikasi, sekarang merupakan menjadi tanggung jawab oknum Ketua LPD yang kita non aktifkan, dan yang bersangkutan sudah menyatakan siap bertanggungjawab sesuai hasil paruman kemarin.

Kita juga tidak mau mengambil jalur hukum ini sudah kita selesaikan secara intern dan yang bersangkutan juga sudah mau mempertanggungjawabkan perbuatannya dengan jaminan sertifikat bersangkutan.

Akibat Hujan Disertai Angin Kencang Atap Rumah Jro Mangku Wesning Hancur

Sebelumnya sejak tahun 2015 saya sudah memberikan peringatan yang tegas dsn keras, saya tidak mau aset warga kami mengalami kehancuran, yang saya mau bagaimana LPD ini bisa berkembang dengan bagus, dan bagaimana membangun desa yang maju melalui LPD ini, sehingga bisa mensejahtrakan warga kami. (Sub)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *