Agam : 2020, Dana Desa Harus Habis Tidak Ada Silpa, Kalau Kepala Desa Tak Mampu Gunakan Anggaran, Itu Sama Saja Kepala Desa Telah Gagal

Diposting pada

Bondowoso, Persindonesia – Untuk Tahun 2020, Dana Desa harus mampu dibelanjakan sesuai yang tertuang dalam APBDes di tahun tersebut. Sebab tidak ada lagi namanya Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa). Melainkan anggaran tersebut wajib dikembalikan ke kas negara. Artinya harus habis.

Header

“Kalau ada anggaran yang tak mampu dibelanjakan atau dihabiskan pada Tahun 2020, maka tidak bisa lagi disilpa di Tahun 2021, melainkan anggaran itu akan dikembalikan ke kas negara,” ungkap Agam menjelaskan

Mengikuti aturan, hal ini mulai berlaku di tahun 2020. Karena tahun sebelumnya anggaran yang tak bisa dihabiskan tahun 2019 bisa disilpakan di tahun 2020.

“Hanya saja, seperti yang di informasikan oleh Ageng, Ketua PAC saya di Tamanan, bahwa ada salah satu desa yang masih memiliki dana silpa Belanja APBDes 2020 sesuai Kode Rekening 6.1.1.01 SILPA dari Tahun Sebelumnya sebesar Rp. 101,658,703″, ungkap Ketua DPC JPKPN Bondowoso.

Pokoknya Dana Desa Harus Mampu Dihabiskan,” tukas Agam (25/1/21)

Dengan aturan tersebut, dia mengingatkan pada setiap desa agar benar benar mengelola dana desa dengan baik. Apa yang tertuang dalam APBDes harus dikerjakan tanpa harus ditunda pelaksanaan. Sekaligus menyusun program harus sesuai kebutuhan masyarakat.

“Kalau Seorang Kepala Desa tak mampu menggunakan anggaran. Itu sama saja kepala desa tersebut gagal,” tutur Agam tegas.

Sementara Slamet Prayetno, Divisi Pendampingan Pembangunan Desa JPKPN DPC Bondowoso saat dimintai tanggapannya oleh awak media (25/01/21), Slamet sampaikan “Semoga pada tahun 2021 ini pengelolaan dana desa lebih baik. Demi mewujudkan desa yang mandiri. Terutama dalam pengelolaannya tak ada lagi yang disisakan apabila program tersebut masuk dalam APBDes,” pungkas Slamet  (TIM)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *