Dandim Haruna : Pelanggar Prokes Usahanya Akan Disegel, Buka Sampai Pukul 22.30 Wita

Diposting pada 0 views

Persindonesia.com Jembrana – Rapat Koordinasi Gugus Tugas Percepat Penanggulangan Corona Virus  Disease tahun 2021 (Covid-19) dalam rangka membahas pelaksanaan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor : 2 Tahun 2021. Bertempat di Gedung Lantai II Kominfo Kab. Jembrana.

Rapat dipimpin oleh PJ Sekda Kab. Jembrana Drs. I Nengah Ledang, yang dihadiri oleh Dandim 1617/ Jembrana Letkol Inf Hasrifudin Haruna, S.Sos, Kapolres Jembrana diwakili oleh Kabag Ops Polres Jembrana Kompol Drs. I Wayan Sinaryasa dan OPD Kab. Jembrana, serta MDA dan Camat se Kabupaten Jembrana.

Distankan Melawi Aktifkan Puskeswan Batu Nanta

Rapat di buka langsung oleh PJ Sekda Kab. Jembrana Drs. I Nengah Ledang menyampaikan, tujuan dari rapat hari ini untuk menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 2 Tahun 2021 terkait perpanjangan PPKM dalam tatanan kehidupan era baru untuk mengendalikan penyebaran Covid-19.

“Dalam Surat Edaran (SE) ini ada sejumlah aturan yang dirubah salah satunya adalah jumlah pengunjung dan aktifitas tempat usaha atau fasilitas umum kini berubah dari yang sebelumnya tutup pukul 21.00 Wita kini harus tutup pukul 20.00 Wita, dan juga perlu kembali mengaktifkan Satgas Gotong-Royong Desa Adat, yang ada di desa atau kelurahan,” ungkap Ledang.

Akibat Hubungan Gelap, Gede Bota Ditemukan Gantung Diri di Pohon Nangka.

Tarkait hal tersebut Dandim 1617/ Jembrana Letkol Inf Hasrifudin Haruna, S.Sos juga mengatakan, dalam situasi seperti ini kita tidak mungkin mengandalkan Satgas Covid-19 Jembrana dalam mengatasi penyebaran virus ini, ya kami harapkan Satgas Gotong-Royong Desa Adat agar diaktifkan lagi.

“Untuk permasalahan dilapangan kita bersama-sama atasi dan proses sesuai hukum yang berlaku, untuk pelanggaran di kota itu tugas Satgas Covid-19 Jembrana dan pelanggarannya kita tindak tegas baik pelaku usaha seperti cafe dan restaurant,” tegasnya.

Ketua SMSI Bali Apresiasi Langkah AWK Tempuh Jalur UU Pers Menyelesaikan Konflik Pemberitaan

Peningkatan kasus yang terjadi dikarenakan kelalaian dan kesadaran kita sangat rendah, terbukti pelanggaran dilapangan masih ada masyarakat yang tidak pakai masker, ya sekarang kita harus agresif dan tindak tegas pelanggar agar Kabupaten Jembrana kembali zona hijau.

“Untuk pengelola usaha agar melakukan aturan yang ketat kepada pengunjung dan  kita akan batasi kegiatan agar diperpendek dan bagi pelaku usaha yang melanggar prokes covid dan melanggar berkali-kali agar ditindak tegas seperti menyegel usahanya,” jelas Haruna.

Anggota Komisi ll Murka, Akan Panggil UD Jaya Subur

Sementara itu Ketua MDA Jembrana I Nengah Subagia menambahkan, klaster penyebaran Covid-19 penyebarannya memang banyak penularannya dalam kegiatan upacara keagamaan, namun kita selama ini sudah berikan himbauan – himbauan untuk tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Kita akan menyambut Hari Raya Nyepi di kabupaten sudah dilaksanakan kordinasi terkait akan dilaksanakannya Melasti, kita sudah menghimbau masing-masing desa adat dilaksanakan di pantai bagi yang dekat, untuk yang jauh dilaksanakan di danu atau beji,” uraiannya.

OPINI HATI : Betapa Seksi-nya Sebuah BUMDes

Ditempat yang sama Plt BPBD Kab. Jembrana Ngurah Darma Putra, S.Sos, menjelaskan, batasan waktu bagi pengelola usaha dibatasi sampai pukul 22.30 Wita. Pembatasan pengunjung diharapkan 25 persen darj kapasitas tempatnya.

“Untuk aparat desa dan dinas untuk segera mengaktifkan satgas gotong royong dan untuk aparat desa agar lebih aktif mengawasi kegiatan keagamaan dimasing-masing wilayahnya,” tutupnya. (Sub)

369400login-checkDandim Haruna : Pelanggar Prokes Usahanya Akan Disegel, Buka Sampai Pukul 22.30 Wita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *