Rapat Paripurna Terkait Pemberhentian dan Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana

Diposting pada

Persindonesia.com Jembrana – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jembrana mengadakan Rapat Paripurna terkait pengumuman pemberhenti Bupati dan Wakil Bupati Jembrana yang akan berakhir masa jabatannya. Kamis (28/01).

Serta mengumumkan hasil penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih dalam pemilihan serentak 2020. Rapat Paripurna kali ini dilaksanakan dengan cara virtual dikarenakan pandemi covid yang melanda Kabupaten Jembrana.

Surat pengumuman dari Ketua DPRD Jembrana dibacakan oleh Sekwan DPRD Jembrana, I Made Sudantra menjelaskan, pemberhentian Bupati dan Wakil Bupati Jembrana dikarenakan berakhirnya masa jabatan tertuang dalam pasal 79 ayat (1) UU Nomor 23 tahun 2014 yang telah dirubah beberapa kali menjadi UU 9 Tahun 2015.

Bekas Botol Medis Di Duga Di Tempat Sampah Umum Tamanan Barat, Tanggung Jawab Siapa ?

Terkait hal DPRD Jembrana telah resmi mengumumkan pemberhentikan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana I Putu Artha dan I Made Kembang Hartawan masa jabatan tahun 2016-2021 dikarenakan berakhir masa jabatannya.

Selanjutnya DPRD Jembrana akan mengusulkan pemberhentian tersebut kepada Kamendagri melalui Gubernur Bali.

Sama halnya DPRD Jembrana juga mengumumkan penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jembrana terpilih I Nengah Tamba dan I Gede Ngurah Patriana Krisna oleh KPU Jembrana.

TRC PPA Banyuwangi dampingi Anak Yang Diduga Telah Ditelantarkan 

Dan selanjutnya DPRD Jembrana akan mengusulkan pengesahan pengangkatan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati terpilih kepada Kamendagri dan juga melalui Gubernur Bali.

Terkait rapat paripurna tersebut Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi saat ditemui awak media diruang kerjanya mengatakan, sesuai dengan aturan tatib kita, setelah kita mendapatkan surat keputusan dari KPU Jembrana, terkait dengan hasil Pemilukada kemarin jadikan sudah ditetapkan Bupati dan Wakil Bupati Jembrana terpilih,

“Terkait hal tersebut kami DPRD Jembrana wajib mengumumkan secara internal, dengan mengumumkan masa jabatan Bupati dan Wakil Bupati yang sekarang sudah akan berakhir kemudian mengumumkan juga penetapan Buapti dan Wakil Buapti terpilih,” ungkapnya.

Pembayaran Jaspel Sudah Lunas, Ini Penjelasan Dirut RSU Negara

Sutharmi juga mengatakan, kami juga akan melaporkan ke Kementrian Dalam Negeri melalui Gubernur Bali. Terkait pelantikan nanti itu merupakan agenda Provinsi, kami juga sampai sekarang belum mendapatkan surat dari provinsi terkait dengan jadwal pelantikan.

“Kalau tidak salah rencana pelantikan pada tanggal 17 Februari 2021 sesuai dengan agenda KPU Jembrana dan akan diadakan di provinsi, secara serentak dilantik oleh Gunernur Bali,” tutup Sutharmi. (SUB)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *