Pejabat Pemkot Jalani Vaksinasi Covid -19 Tahap Kedua di RSUD Wangaya Denpasar

Diposting pada

Persindonesia.com Denpasar – Pejabat Pemerintah Kota Denpasar yang sudah menjalani kegiatan vaksinasi tahap pertama kembali mengikuti kegiatan vaksinasi tahap kedua di RSUD Wangaya, Denpasar, Bali, Jumat 29 Januari 2021.

Salah satu pejabat yang mengikuti kegiatan vaksinasi adalah Kapolresta Kota Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan. Setelah mengikuti vaksinasi tahap pertama, ia mengaku sama sekali tidak ada keluhan dan merasakan keadaan badannya normal saja. Ia juga turut mengimbau kepada masyarakat agar ikut membantu menyukseskan kegiatan vaksinasi.

Header

Bupati Jembrana Tidak Lolos Vaksinasi, Dikarenakan Punya Penyakit Penyerta

“Kapolresta menghimbau pada masyarakat sebaiknya kalau memang nanti sudah ada jadwal dari Pemerintah untuk melakukan vaksinasi tidak perlu ragu, jangan percaya terhadap berita hoax, vaksin itu sangat baik untuk menurunkan dampak dari virus Covid-19. Lakukan vaksinasi menurut anjuran pemerintah untuk memastikan Bali sehat, sehingga Bali dapat kembali seperti sediakala,” ujarnya.

Sedangkan, Wakil Walikota Denpasar, IGN Jaya Negara mengatakan, “Kegiatan vaksinasi ini telah berjalan sebesar 42 persen. Kami mengikuti pimpinan daerah yang antusias untuk mengikuti vaksinasi tahap kedua. Saya juga berharap kepada masyarakat yang telah mengikuti vaksinasi tahap pertama, agar mengikuti vaksinasi tahap kedua supaya vaksin berikutnya lancar,” kata Jaya Negara.

Bekas Botol Medis Di Duga Di Tempat Sampah Umum Tamanan Barat, Tanggung Jawab Siapa ?

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar, Dr. Luh Putu Sri Armini mengatakan, selama kegiatan vaksinasi berlangsung tidak ditemukan KIPI. Awalnya ia menerima vaksin sejumlah 24.000 dan kegiatan vaksinasi terus berjalan hingga kemarin sudah 5.000 nakes yang tervaksin.

Saat ini jumlah kasus positif Covid-19 Bali melonjak mencapai 542 kasus pada Selasa, (26/1/2021).
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Dr. Ketut Suarjaya saat dikonfirmasi mengatakan, penyebab tingginya kasus positif di Provinsi Bali masih sama, dikarenakan perluasan dari kasus positif yang ada sebelumnya.

Suarjaya juga menambahkan, kasus positif Covid-19 kemarin didominasi oleh orang-orang tanpa gejala, tutupnya. (Yudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *