Pemerintah Provinsi Bali Sediakan 17 Hotel Sebagai Tempat Karantina Bagi Pasien Covid -19

Diposting pada

 

Persindonesia.com Denpasar – Pemerintah Provinsi Bali hingga saat ini sudah menggunakan 17 hotel sebagai tempat karantina pasien positif Covid-19 yang tidak bergejala atau yang berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Rumah Warga Desa Kijang Makmur Dilalap Si Jago Merah

Untuk yang berstatus OTG harus dikarantina di tempat karantina yang disiapkan pemerintah. Oleh karena itu, tempat karantina dikembangkan sesuai kebutuhan, kata Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Bali Dewa Made Indra, Jumat (29/1/2021).

 

Di tengah meningkatnya kasus positif Covid-19 di Provinsi Bali sejak awal Januari 2021, ujar dia, telah menimbulkan tekanan pada tempat isolasi perawatan di rumah sakit dan tempat karantina (hotel). “Sampai hari ini sudah ada 17 hotel yang kita pakai sebagai tempat karantina. Dari laporan hingga kemarin, jumlah kamar yang tersisa masih 500 kamar, data ini tentu berubah setiap harinya,” ucap pria yang juga Sekda Provinsi Bali itu.

47,74 Persen Nakes Tangsel Sudah Divaksin

Dewa Indra menambahkan kasus positif Covid-19 untuk Provinsi Bali terbanyak di Kota Denpasar dan didominasi klaster keluarga. “Klaster keluarga ini erat kaitanya dengan aktivitas masyarakat, yaitu aktivitas ekonomi dan sosial budaya. Karena itu melalui SE Gubernur Bali Nomor 02 Tahun 2021 telah diatur berbagai pembatasan aktivitas ekonomi maupun sosial budaya,” ucapnya.

 

Dengan peningkatan kasus positif Covid-19 di Provinsi Bali, Dewa Indra mengatakan hingga saat ini belum sampai terjadi kekurangan tenaga medis karena difokuskan untuk perawatan di RS dan yang di tempat karantina dikurangi. Selain itu, juga telah meminta bantuan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Udayana dan Direktur Politeknik Kesehatan Denpasar untuk membantu personel di bidang kesehatan. (Yudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *