‘WNA’ Masih Mendominasi Pelanggaran Prokes Di Wilayah Hukum Badung

Diposting pada

 

Persindonesia.com Badung – Banyaknya pelanggaran protokol kesehatan (prokes) di wilayah kabupaten Badung, khususnya oleh Warga Negara Asing (WNA), keterlibatan dari konsulat serta kedutaan sangat di perlukan untuk menghimbau kepada para warganya terkait soal pandemi Covid -19.

Header

Perpisahan Pembina Mitra Jaya Koramil 02/Matraman

Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi mengatakan akan memberikan perhatian terhadap wilayah Kecamatan Kuta Utara dan Kecamatan Mengwi karena dua wilayah itu penyumbang angka tertinggi mengenai kasus Covid -19 untuk wilayah hukum Polres Badung.

 

“Badung masih dalam zona merah, dan penambahan angka positif Covid -19 sekarang banyak dari klaster keluarga, untuk masalah klaster keluarga yang pasti karena kegiatan, adanya kegiatan yang banyak dilakukan anggota keluarga itu sendiri,” kata Kapolres Badung AKBP Roby Septiadi, Rabu (3/2/2021).

HUT Kota Tangerang Di KarangTengah Adminduk Sehari Jadi

Roby mengatakan hingga pada pelaksanaan PPKM kedua belum ditemukan adanya penurunan secara signifikan di wilayah hukum Badung.

Angka tertinggi kasus Covid -19 untuk Wilayah Hukum Polres Badung berada di Kecamatan Kuta Utara dan Mengwi. Peningkatan yang berasal dari klaster keluarga ini, dicurigai karena adanya aktivitas di luar rumah seperti pasar, tempat ibadah dan tempat bekerja.

 

Selain itu, untuk pelanggaran prokes di wilayah Badung didominasi oleh warga negara asing (WNA), khususnya Wilayah Canggu sebagai tempat wisata yang sering ditemukan. Ia menegaskan tetap akan memberikan tindakan tegas tanpa melihat latar belakang warga negaranya. Ujarnya

Ancaman Terhadap Wartawan Atau Jurnalis Merupakan Sebuah Ancaman Pilar Negara

“Secara garis besar, kebanyakan warga negara asing (WNA) ini masih perlu diberikan pemahaman tentang masa pandemi Covid -19 saat ini. Selama ini edukasi yang dilakukan lebih banyak menyentuh masyarakat lokal yang menjadi tanggungjawab kita, sedangkan warga negara asing (WNA) banyak meminta bantuan pada konsulat dan kedutaan untuk menerangkan kepada para warganya terkait penerapan protokol kesehatan (Prokes),” jelas Roby.

 

Adapun jumlah personel yang diturunkan dalam operasi yustisi selama ini sebanyak 195 orang dari Polres Badung.

Sebelumnya, berdasarkan data yang dihimpun Satpol PP Badung, Bali untuk PPKM I periode 11 sampai 25 Januari 2021 tercatat ada 833 pelanggaran, mulai dari kategori tidak memakai masker, tidak menggunakan masker dengan benar dan tidak menerapkan protokol kesehatan (Prokes).

Masih Tersedia Sebanyak 2,500 Kamar di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran

Untuk jumlah pelanggaran bagi warga negara asing (WNA) tercatat sebanyak 163 orang yang tidak memakai masker, sedang warga lokal (WNI) tercatat sebanyak 22 orang.

Selanjutnya, pada PPKM II pada periode 26 Januari sampai dengan 8 Februari 2021 yang masih berlangsung tercatat sementara sebanyak 93 orang pelanggar. Untuk jumlah pelanggar yang tidak menggunakan masker sementara tercatat 69 orang yang merupakan warga negara asing (WNA) dan 12 orang warga lokal (WNI). (Yudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *