Rasa Penasaran Jurnalis Yang Berakhir Miris Dengan Sebuah Lelucon

Diposting pada 0 views
Ageng Yuli Saputra, Ketua PAC JPKPN Tamanan

Bondowoso,Persindonesia – Pemerintah Kabupaten Bondowoso telah melakukan berbagai upaya untuk memberdayakan kepariwisataan di Kabupaten Bondowoso menjadi lebih berpotensi, salah satunya yaitu mengembangkan desa Tamanan menjadi desa wisata. Keputusan Kabupaten Bondowoso untuk menjadikan desa Tamanan menjadi desa wisata karena desa Tamanan memiliki banyak potensi-potensi yang dapat dijadikan obyek wisata yang menarik untuk dikunjungi. (Sumber : Repository 2013)

Setelah membaca repository tersebut, awak media menjadi penasaran dan sebagai jurnalis merasa tertarik untuk mencari tahu potensi lokasi tersebut.

Awalnya mencari tahu melalui Google namun tidak ada satupun destinasi atau lokasi Tujuan Wisata yang diinformasikan atau yang disebutkan berada di Desa Tamanan, tapi karena penasaran, ada atau tidaknya tenpat tersebut membuat awak media untuk turun langsung ke lapangan dan berencana mencari tahu dengan menelusurinya namun sebelumnya mencoba hubungi Ageng, warga Kecamatan Tamanan juga selaku Ketua PAC JPKPN Tamanan, mungkin dapat memberikan informasi lebih lanjut mengenai tempat wisata yang ada di desa Tamanan.

Saat rasa penasaran awak media tersebut diceritakan kepada Ageng,  malah membuat Ageng juga ikut penasaran dan turut menemani awak media menelusuri informasi yang dimaksud kelapangan dan bahkan berupaya menanyakan ke beberapa waega asli desa Tamanan dimana adanya tempat tujuan wisata yang dibangun atau yang berada di Desa Tamanan seperti yang dipaparkan didalam repository tersebut.

Namun, saat mencoba membaca lagi Repositori tersebut dimana adalah sebuah paparan hasil KKN Mahasiswa di salah satu perguruan tinggi yang membahas bahwa Desa Tamanan memiliki potensi yang dapat dijadikan objek wisata yang menarik untuk dikunjungi ternyata adalah paparan informasi delapan tahun yang lalu.

Dan seperti yang Ageng sampaikan bahwa, ” Terkait Repository tentang Desa Tamanan itu ternyata adalah paparan informasi hasil KKN 8 tahun yang lalu, namun hingga saat ini , ya sejak tahun 2013 paparan itu diunggah di dunia maya dan dari 2019 lompat ke tahun 2020 hingga memasuki tahun 2021 bulan kedua saat ini, kalau dibilang ada objek wisata ya bagaimana ya menjelaskannya ? Saya saja yang lahir disini ya juga bingung mas, tapi kenyataannya sudah saya coba telusuri, sampai saat ini tidak ada satupun obyek yang berpotensi dikelola dan dijadikan tujuan wisata untuk dikunjungi seperti paparan informasi repository 2013 , dan sudah saya tanyakan ke salah satu masyarakat desa Tamanan yang bahkan sudah 40 tahun lamanya menjadi guru di salah satu SD hingga pensiun dan bahkan pernah menjadi anggota BPD di desa Tamanan juga bilangnya tidak tahu dan tidak pernah dengar katanya” tutur Ageng, Sabtu (06/02/21)

Ageng akhirnya mencoba menghubungi rekannya di DPC Bondowoso, Slamet Prayetno selaku Divisi Pendamping Pembangunan Desa JPKPN mungkin pernah mendengar informasi melalui via Whatsapp nya namun malah Ageng menerima informasi yang cukup mengejutkan dan juga merasa bagaikan menemukan sebuah lelucon.

“Nah … Loh, kok malah ada informasi yang membuat saya lebih terkejut lagi dari rasa penasaran sampean mas, ini  ada data dana desa yang sudah digulirkan terkait masalah wisata, entah yang mana dan dimana  atau seperti apa bentuknya ? Yaa besok senin saya tanyakan ke Pak Kades mas biar sampean tidak penasaran! ” sahut Ageng tertawa sambil menunjukkan pesan via wa dari rekannya kepada awak media.

Bagaimana tidak menjadi sebuah lelucon buat Ageng, kalau menurutnya seperti yang ditunjukkan ke awak media bahwa ada dana desa yang digulirkan dua kali terkait wisata, namun diduga tidak jelas target dana tersebut untuk wisata apa ? , setelah melihat data yang ditunjukkan Ageng, ternyata berupa data belanja APBDes Dana Desa 2019 dan 2020 Desa Tamanan ke awak media.

APBDes Belanja Tahun 2019 (Sumber : SID.Kemendesa)

 

APBDes Belanja Tahun 2020 Desa Tamanan (Sumber : SID.Kemendesa)

“Saya sungguh sangat bangga mas, kalau desa Tamanan dikenal sebagai desa yang memiliki potensi wisata, tapi kalau banyak dugaan saat ini dalam pengelolaan dana desa ditengarai tidak benar, ya entah kapan akan maju Desa Tamanan ini ?  Apalagi merupakan Pemerintahan Desa yang ada di tengah Kecamatan Tamanan ? ” ungkap Ageng tertawa.

Sampai berita ini dimuat, awak media hanya bisa ikut tertawa. (TIM)

 

 

390270login-checkRasa Penasaran Jurnalis Yang Berakhir Miris Dengan Sebuah Lelucon

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *