Polda Bali Ungkap Dua Jaringan Internasional Kejahatan Skiming

Diposting pada

Persindonesia.com Denpasar – Kejahatan Cyber Crime Skiming sebagai musibah bersama, berdampak dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Situasi ini menimbulkan gejolak permasalahannya yang berpotensi mengganggu stabilitas Kamtibmas di Bali.

Kapolda Bali telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk meningkatkan pelaksanaan tugas guna memberikan pengayoman, perlindungan dan pelayanan kepada seluruh masyarakat.

Header

Direktorat Kriminal Khusus Polda Bali diawal tahun 2021 berhasil  ungkap dua kelompok pelaku kasus skiming, kelompok/jaringan Internasional,  pertama ditangkap 4 pelaku WNI pada 8 Januari, klompok ini dikendalikan dari dalam lapas Kerobokan oleh residifis pelaku asal Bulgaria dan terafiliasi dengan pelaku narkoba.

Para pelaku  diantaranya ;  ARS asal Jember (mantan napi narkoba), End(Solo), Redi asal Buleleng (mantan napi penggelapan), Chris asal Papua(mantan napi narkoba),

Dari prlsku tersebut sejumblah barang bukti yang diamankan ; 5 buah HP, 234 ATM palsu, ribuan kartu untuk menduplikat data ksrtu ATM hasil dkiming.

Kelompok ini tugasnya menarik uang menggunakan kartu ATM palsu. Berdasar prngakuan asal kartu dari seseorang yang berada di dalam Lapas Kerobokan bernamsa Aldo.   Dan saat beraksi menarik uang pinnya dikendalikan oleh pelaku bernama Dogan(dari dlm Lapas Kerobokan).

Kelompok ke dua ditangkap 3 orang asal Dompu pada 25 Januari 2021, kelompok ini mengaku jaringan Cina Malaysia, yakni Junaidin, Alam dan Miska, kelompok ini melakukan aksinya dengan cara memasang alat skiming pada mesin ATM dan kemudian menggandakan kartu (dikendalikan dari Malaysia) selanjutanya dieksekusi secara tunai, dengsn imslsn 20% bagi pelaku.

Mereka adalah pelaku jaringan Intermasional, di Indonesia berdasar kepada pengakuan mereka pernah melakukan praktek membobol rekening orang, yaitu di Bali, Tarakan, Surabaya, Jember, Solo, Bima, Sumbawa, Kupang.

Sementara BB diamankan daripara pelaku :
3 laptop dan 1 Notbok,  1.162 kartu ATM palsu, uang tunai Rp 6.900.000, 1 alat pembaca /penulis kartu, hidden camera = 4 buah, Alat skimer = 3 BUAH, Batre= 7 buah, flash dich = 4 buah , dll.

Terungkap berawal dari banyaknya laporan meningkatnya kasus kejahatan skiming yang terjadi di Bali pada akhir tahun 2020, selanjutnya bulan Nopember 2020 Tim Subdit Siber Ditreskrim Polda Bali di beberapa wilayah Denpasar, Badung dan Gianyar , bekerjasama dengan pihak Bank , guna melakukan pelacakan dan pengejaran , akhirnya pelaku bisa ditangkap.
7 Bank Nasional  telah menjadi ajang praktek kejahatan mereka, dan hampir 1000 orang nasabah telah menjadi korban pembobolan, salah satu Bank Nasional terkemuka di Bali mengaku kurang lebih sebanyak 3M dana nasabah mereka berhasil di bobol jaringan ini.
Kini mereka ditahan, meringkuk di Rutan Polda Bali , mereka diduga nelanggar pasal  30 Jo Pasal 46 UU RI tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang RI no 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) dan/atau Oasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 8 tahun penjara denda 800 juta.

Dalam empat tahun terakhir (2018-2021), Ditreskrimsus Polda Bali telah mengungkap 22 kasus (45 orang pelaku) dengan berbagai modus operandi.

Tahun 2018 = 2 kasus, 2019 = 5 kasus, 2020 = 13 kasus,
2021 = 2 kasus, meliputi Bulgaria = 19 org, Rumania = 12 org, Polandia = 2 org, Filipina = 2 org,
Ukrania = 1 org, Turki = 1 org, Indonesia = 1 + (7 / 2021).
Atas kejadian kasus tersebut diharapkan agar masyarakat berhati-hati dalam melakukan transaksi perbankkan dan selalu memastikan kerahasiaan nomor pin nya, terutama saat transaksi di ATM saat menekan pin harap di tutup rapat diatas jari.
Demukian Press Conferend di Ruang Gedung Direktorat Kriminal Khusus Polda Bali , pasa Selasa 09 Februari 2021, dipimpin oleh Wadir Krimsus Polda Bali ; AKBP Ambariyadi Wijaya, SIK , SH, MH , didampingi Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Bali AKBP I Gusti Ayu Yuli Ratnawati, S.E.
Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Bali AKBP I Gusti Ayu Yuli Ratnawati, S.E.
(Tim/Krg).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *