Sebanyak 2 WNA Dideportasi Terkait Ijin Tinggal Over Stay

Diposting pada

Persindonesia.com Analis Intelijen – Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai mendeportasi 2 Warga Negara Asing (WNA) bernama Mr. Albert Byvaltsev asal Rusia dan Mr. Florin Laurentiu Oprea asal Rumania.

Kedua WNA tersebut, 1 orang dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja atas nama Mr. Albert Byvaltsev asal Rusia dan lagi satu dideportasi oleh Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai atas nama Mr. Florin Laurentiu Oprea dari Negara Rumania, selama liburan mereka melanggar ijin tinggal yang sudah lewat masa ijin tinggal di Bali. Selasa (09/02)

Header

Bersama Tiga Pilar Anggota Koramil 08/Kronjo Bagikan Masker Kepada Pengguna Jalan

“Mereka dideportasi dikarenakan ijin tinggal sudah lewat masa berlakunya. Kami mendeportasikan lewat Bandara Ngurah Rai menuju Bandara Soekarno Hatta dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia selanjutnya dari Bandara Sukarno Hatta menggunakan pesawat Turkis Airlines,” ungkap Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai Parlindungan saat di konfirmasi awak media.

Ia melanjutkan, kedua WNA tersebut yang pertama Mr. Albert Byvaltsev di deportasi karena telah melakukan pelanggaran Keimigrasian (over stay) sebagaimana diatur dalam pasal 78 ayat (3) UU RI no. 6 tahun 2011 tentang keimigrasian.

Diduga Proyek di desa Ganting damai, tahun 2020 belum selesai di tahun 2021, ini tanggapan PMD Kampar.

Sedangkan Mr. Florin Laurentiu Oprea dideportasi karena tidak menghormati atau mentaati peraturan perundang-undangan sebagaimana diatur dalam pasal 75 undang-undang RI No. 6 tahun 2011 tentang keimigrasian.

Untuk WNA asal Rusia didamping 2 pendamping staf Analis Intelijen Kantor Imigrasi Kelas II Singaraja dan untuk WNA asal Negara Rumania didampingi oleh staf Analis Intelijen Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai, menuju Bandara Sukarno Hatta.

Waspada, Kejahatan Siber Dimusim Pandemi

“Pendeportasian terhadap kedua WNA tersebut merupakan tindakan Imigrasi untuk meminimalisir terjadinya pelanggaran oleh WNA yang ada di Bali terutama pelaku pelanggaran hukum dan penyalahgunaan izin tinggal,” tutup Parlindungan.
(Ed27)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *