Kakek Salya Nekat Mengakhiri Hidupnya Dengan Cara Gantung Diri

Persindonesia.com Jembrana – Warga Kelurahan Pendem digegerkan oleh salah satu warga yang bunuh diri dengan cara gantung diri dengan ikat pinggang di kosen samping pintu dapur korban.

Diketahui korban bernama I Nyoman Salya (82) beralamat Link. Satria, Kel. Pendem, Jembrana nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di dapur rumahnya sekira pukul 07.50 Wita. Sabtu (13/02).

Bupati Artha Hadiri Vaksin Tahap Ke 2 Untuk 10 Orang Pejabat Daerah dan Muspida

Korban pertama kalinya ditemukan oleh anak perempuannya Ni Komang Sri Agustini (37) saat baru bangun tidur.

Dirinya menuturkan, saat baru bangun dirinya meihat dirumah tidak ada siapa-siap, sehingga dirinya memanggil bapaknya, setelah dipanggil tidak ada sahutan dari korban.

Tersangka Penyalahgunaan Narkotika Langsungkan Pernikahan di Rutan Polres Pangkalpinang

Kemudian dirinya langsung mandi dan akan berangkat kerja. Setelah usai mandi dirinya lagi memanggil korban, dikarenakan merasa curiga kesekian kalinya dipanggil tidak ada jawaban, kemudian dirinya menuju dapur untuk mengecek korban.

Dirinya curiga ayahnya berada di dapur, setelah dilihat dari sebelah pintu dapur, dirinya melihat baju ayahnya lalu dirinya mendorong pintu dapur tetapi agak berat didorong, sehingga diputuskan menendang pintu dapur.

Guru SMP Yapenkos Ikut Pelatihan Soal Asesmen Kompetensi Minimum 

Setelah terbuka, dirinya terkejut melihat ayahnya dalam keadaan tergantung dengan posisi kaki dijulurkan kedepan dan tergantung menggunakan selendang warna coklat.

Dengan sekuat tenaga dirinya berusaha mengangkat ayahnya dan memotong ikatan pada kusen pintu, setelah dicek ayahnya sudah meninggal, kemudian dirinya menelpon saudaranya yang tinggal di Denpasar dan memberitahu keluarga dirumahnya.

Penutupan Pendidikan Pertama Bintara TNI AD TA.2020

Kapolsek Negara Kompol Sugriwa membernakan kejadian tersebut, dirinya mendapatkan laporan dari warga, bersama dengan anggotanya langsung menuju lokasi kejadian dan diikuti oleh Tim Inafis Polres Jembrana.

“Menurut penuturan saksi korban mempunyai penyakit mata katarak yang sudah tidak bisa melihat, dan korban juga tidak pernah mau diajak untuk oprasi katarak,” jelasnya.

Ny. Putri Koster Serahkan Bantuan Beras di Gianyar

Dari hasil visum dokter Puskesma 1 Jembrana dr. Gleedina Leona Tila Ricca Ez menuturkan, kondisi korban saat ini mengeluarkan sperma dari kemaluannya dan tidak ditemukan tanda kekerasan ditubuh korban.

Pihak keluraga atas kejadian tersebut menerima dengan iklas dan korban menolak untuk dilakukan otopsi. (Ed27)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *