Tersangka Penyalahgunaan Narkotika Langsungkan Pernikahan di Rutan Polres Pangkalpinang

Persindonesia.com Pangkalpinang — Novan Als Nobu Bin Bustami (37) dan Santika Binti Husen (27) melangsungkan pernikahan di Rutan Sat Tahti Polres Pangkalpinang. Novan Als Nobu merupakan tahanan kejaksaan yang tersangkut dalam perkara penyalahgunaan narkotika yang penahanannya masih di rutan Polres Pangkalpinang yang sudah P-21 penyidikannya oleh Kejaksaan Negeri Kota Pangkalpinang.

Kedua pasangan melangsungkan pernikahan, Sabtu (13/02/21), setelah mendapatkan izin dari Kapolres Pangkalpinang, Kasat Tahti Polres Pangkalpinang IPDA Bambang Sugeng seizin Kapolres Pangkalpinang AKBP Tris Lesmana Zeviansyah, SH S.IK MH menjelaskan bahwa Tersangka Novan Als Nobu yang proses penyidikannya telah ditetapkan lengkap (P-21) oleh Kejari Kota Pangkalpinang namun dalam hal penahanannya masih dititipkan di Rumah Tahanan Polres Pangkalpinang oleh pihak Kejaksaan.

“Tersangka dalam kasus narkoba yang proses hukumnya telah selesai di sidik oleh penyidik Satuan Narkoba Polres Pangkalpinang, dan melakukan koordinasi untuk bisa melangsungkan pernikahan dengan cara mendatangkan penghulu atau pegawai KUA untuk dilakukan pernikahan secara sah menurut Agama dan Pemerintah.

Menurut sumber dari humas Polres Pangkalpinang kepada awak media Persindonesia.com bertindak sebagai penghulu Ust.Abdul Halim dari Depag Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Sebelum dilakukan pernikahan pihak perwakilan tahanan orang tua laki-laki dan perempuan mengajukan permohonan izin kepada Sat Tahti Polres Pangkalpinang untuk tempat dan waktu melangsungkan pernikahan di Rutan Polres Pangkalpinang,” terang IPDA Bambang.

IPDA Bambang menambahkan bahwa dalam pelaksanaan pernikahan di Rutan Polres Pangkalpinang tetap dilakukan protokol kesehatan dan SOP Sat Tahti serta hanya pihak keluarga yang dapat mengikuti prosesi pernikahan tersebut.

Adapun maksud dan tujuan diadakan pernikahan tersebut adalah untuk menjadikan pasangan yang sah suami-istri serta salah satu cara Polres Pangkalpinang untuk memanusiakan tahanan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,”Ungkap IPDA Bambang.

“Kedua yang bersangkutan tersebut mengungkapkan perasaannya campur-campur senang dan sedih, namun harapannya perkawinan yang berlangsung di Rutan Polres Pangkalpinang ini menjadi sejarah bagi Santika, sembari berdoa ke depannya tetap langgeng,”(Win/Andi.S).

 

Sumber : Humas Polres Pangkalpinang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *