PEDAGANG PASAR GEMBONG MENJERIT

Diposting pada 18 views

 

SURABAYA, Persindonesia, Sabtu, 20/2/2021. Gembong kapasari kecamatan Genteng sejak dulu yang terkenal dengan pedagang kaki lima yang banyak menjual barang-barang bekas (rombeng) apa saja.
dari mulai pakaian bekas ,onderdil sepeda motor ,sepatu dan macam -macam komponen elektronik hingga koleksi-koleksi kuno lainya

Setelah ditertibkan oleh walikota dan disediakan tempat sendiri di dalam kampung gang AC dan dibentuk dan di tata rapi juga disiapkan stand yang tidak di pungut biaya(gratis) dan dalam pengoperasiannya pasar tersebut dalam pengawasan Linmas dan Satpol PP Pemkot Surabaya

kebanyakan para pedagang kaki lima yang di pindah ke stand tersebut mengeluh akibat sepinya pembeli dan banyak para pedagang yang gulung tikar.

Bagi pedagang yang punya modal mereka rela mengontrak stand di pinggir jalan yang harga kontraknya terhitung mahal sekitar 15 juta pertahun untuk ukuran 3 kali 4 kebanyakan yang kontak di pinggir jalan adalah pedagang yang menjual pakaian bekas dari Jaket, baju ,kaos dan macam macam pakaian anak anak

” dulu sebelum pandemi omset tiap hari bisa mencapai 3 sampai 5 juta karena banyak para tengkulak yang datang dari luar kota dan banyak pembeli eceran yang datang setiap harinya, tapi sekarang omsetnya turun drastis tiap hari kadang hanya dapat 100 ribu kadang tidak sampai ,tidak cukup untuk kebutuhan sehari hari bahkan untuk kembali modal saja sulit” terang H.Romli salah satu penjual pakaian bekas yang sudah lama berjualan di daerah gembong kepada wartawan Persindonesia

(NADI)

426540login-checkPEDAGANG PASAR GEMBONG MENJERIT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *