Akibat Sakit Menahun, Kakek Nekat Gantung Diri Hingga Meninggal Dunia

Diposting pada 0 views

Persindonesia.com Jembrana – Warga Banjar Karangsari digegerkan dengan meninggalnya salah satu warga bernama I Wayan Rata (76) dengan cara gantung diri di kayu usuk atap rumahnya, Banjar Karangsari, Desa Ekasari, Kec Melaya, Kab Jembrana. Kamis (25/02).

Pertama kali korban ditemukan gantung diri oleh anaknya bernama I Wayan Suka Arjana (47) saat hendak memberi sarapan kepada ayahnya.

Tabrak Aturan, Kepala Kepegawaian Depok Di Laporkan ke Pusat

Dirinya menuturkan, saat dirinya masuk ke kamar ayahnya akan memberi sarapan, dirinya terkejut mendapatkan ayahnya sudah dalam keadaan gantung diri di atap kamar.

Atas kejadian tersebut dirinya langsung memanggil istrinya Ernawati (40) untuk membantu menurunkan ayahnya yang gantung diri memakai kain kamben yang diikat di kayu usuk atap kamar ayahnya.

Nasim Khan DPR RI F-PKB Merangkul Dan Membentuk Beberapa Komunitas Di Tiga Kabupaten

Ernawati juga menuturkan, akibat kejadian tersebut dirinya panik dan langsung menghubungi adik sepupunya yang selanjutnya menghubungi petugas keamanan.

Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut Kapolsek Melaya Kompol Anwar Sasmita, S.H, M,H didampingi oleh Kanit Reskrim Iptu I Ketut Widagda Putra mendapat laporan dari warga langsung menuju lokasi kejadian.

PT. Pins Serahkan STNK Motor Grandprize Kepada 3 Personel Dispenad yang Beruntung

“Menurut keterangan dari tim medis Puskesmas 1 Melaya dari hasil pemeriksaan, korban murni bunuh diri dengan cara gantung diri, tidak ada tanda kekerasan ditubuh korban,” ungkapnya.

Anwar menambahkan, dari keterangan keluarga, korban sering mengeluhkan sakit diduga mengalami depresi dikarenakan sakitnya menahun. Dari pihak keluarga mengiklaskan kepergian ayahnya dan menolak untuk diotopsi dan akan mengurus surat penolakan ke kantor desa. (Red)

434990login-checkAkibat Sakit Menahun, Kakek Nekat Gantung Diri Hingga Meninggal Dunia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *