BEM STIE MANDALA Jember Gelar Webinar Nasional Sesion 1. H.M. Nur Purnamasidi: Membangun Ketahanan Ekonomi Nasional berbasis Digitalisasi Desa

 

Jember, Persindonesia – 25 Februari 2021, Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM) STIE Mandala Jember menggelar acara Webinar Nasional Season 1, dengan mengangkat tema ” Peran Penting Mahasiswa Kembali Ke Desa,” Kamis, 25 Februari 2021.

Kabupaten Jember memiliki khasanah keanekaragaman potensi yang luar biasa. Salah satunya dengan dukungan keberadaan Perguruan tinggi negeri maupun swasta. Langkah pertama dan utama adalah pentingnya ketersediaan Bigdata. Dengan sistem digitalisasi akan lebih memudahkan utamanya dalam menggambarkan secara utuh terkait dengan keragaman potensi desa, terkoneksi, terintegrasi dengan kemudahan yang bisa diakses darimanapun, kapanpun dan dimanapun berada.
Dengan digitalisasi desa dan ketersediaan Bigdata tentu akan membuat akselerasi progam dan kebijakan semakin tepat, cepat dan optimal. Demikian paparan yang disampaikan Bupati Terpilih H. Hendi yang tanggal 26 Februari 2021 dilantik secara resmi di Gedung Grahadi Jawa Timur.

Webinar yang diikuti oleh Ratusan peserta dari unsur Mahasiswa secara Offline dan online termasuk di dalamnya para pendamping Desa dan Pendamping Keluarga Harapan (PKH) Se Indonesia.

Peran strategis Mahasiswa kembali ke Desa merupakan sesuatu yang niscaya dilakukan. Membangun melalui kolaborasi, sinergi dan akselerasi dalam berbagai bidang.
Konsepsi merdeka belajar/Kampus merdeka menjadi titik masuk untuk mahasiswa agar tidak hanya pandai dengan ilmu pengetahuan tetapi juga terdapat skill, membangun koneksitas melalui kolaborasi, sinergi dan akselerasi. Karena ke depan dituntut untuk Gerak cepat, tepat dan optimal. Uangkap H.M. Nur purnamasidi Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar yang langsung hadir ke Lokasi Acara.

Syamsul Widodo Perwakilan dari Kemendes PDTT menekankan putaran uang yang beredar di Desa yang diwujudkan dalam berbagai usaha pengembangan ekonomi kreatif diharapkan dapat menjadi penopang ketahanan ekonomi nasional. Melalui BUMDES berbagai usaha yang terkoneksi dengan digitalisasi desa menjadi sistem baru yang sopistichated. Sehingga pola pemasaran dan akses modal dapat lebih cepat perputarannya. Dengan demikian terjadi peningkatan pendapatan dan daya beli masyarakat.

Sementara itu, Dr. Suwignyo Widagdo memberikan penekanan pada pentingnya Basis Data sebagai pintu masuk dalam menyusun program, menentukan kebijakan agar tepat sasaran dan memiliki dampak jangka panjang. Perlu ada holding BUMDES. Pungkasnya (Agam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *