Gedung MDA Jembrana Diresmikan Gubernur Bali, Bernama “Gedung Nangun Cita”

Persindonesia.com Jembrana – Setelah melantik bupati dan wakil bupati serta walikota di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Gubernur Bali I Wayan Koster langsung menuju Kabupaten Jembrana untuk meresmikan Gedung Majelis Desa Adat (MDA) Kabupaten Jembrana bertempat Jl. Ngurah Rai, Kel. Dauhwaru Kec. Jembrana Kab. Jembrana. Jumat (26/02).

Dalam peresmian tersebut dengan protokol kesehatan Covid-19, Gubernur I Wayan Koster didampingi oleh istri Ni Putu Putri Suastini Koster dan dihadiri oleh Bendesa Agung MDA Provinsi Bali Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet beserta Forkopimda Kabupaten Jembrana dan juga hadir dari donatur PT Pertamina, PT Bank Mandiri dan PT Nindya Karya.

Dalam sambutannya Bendesa Agung MDA Provinsi Bali Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet menerangkan, kami sangat gembira sekali Gedung Majelis Desa Adat sudah berdiri di setiap kabupaten dan kota.

Pelaku Judi Togel Berhasil Diringkus Reskrim Polres Bangka Barat

“Dalam perjalanan yang panjang proses pembangunan dari awal sampai terakhir dapat berjalan dengan lancar dan tidak ada masalah, Gedung ini dinamakan “Gedung Nangun Cita”, dimana pembangunan Gedung MDA se-Bali merupakan program dari Bapak Gubernur Bali semenjak jadi anggota DPR Provinsi Bali,” ungkapnya.

Sukahet melanjutkan, tujuan dibangun gedung ini agar Majelis Desa Adat Kabupaten Jembrana yang merupakan sebagai benteng utama Bali jangan sampai nantinya masuk aliran ajaran asing (sampradaya) berkembang di Jembrana, merongrong adat dan budaya Bali

“Sebagai Bendesa Agung Provinsi Bali mengucapkan terimakasih banyak dari pihak Pertamina, Bank Mandiri dan Ninya Karya atas dukungan dan semangat dalam mendukung pendirian Gedung MDA dan semoga MDA Kab. Jembrana,” ucapnya.

Kisah Pohon Melindungi Nabi, di Acara Istiqlal Disaster Management Center

Sementara itu Gubernur Bali I Wayan Koster menyampaikan, Pemerintah Provinsi Bali secara terus-menerus melakukan berbagai usaha untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas tata kelola Desa Adat, selain juga meningkatkan kualitas tata kelola Desa Dinas.

Usaha mempertahankan dan meningkatkan kualitas tata kelola Desa Adat pertama kali diupayakan tahun 1979 berdasarkan Keputusan Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Bali Nomor 18/Kesra.II/C/119/1979 Tentang Majelis Pembina Lembaga Adat (MPLA).

“Astungkata UU No 6 tahun 2014 selesai didalamnya mengatur desa adat dan desa dinas juga diberikan amanat untuk mengurusi adat istiadat tradisi seni budaya di desa masing-masing seluruh Indonesia, dimana pada saat itu jumlah desa dinas di seluruh indonesia sekitar 73 ribu,” uraiannya.

Penjual, Pembeli di Pasar Diwajibkan Disiplin Prokes Patuhi Peraturan Pemerintah

Koster juga mengatakan, dengan adanya UU ini dan ada anggaran masuk dari APBN sehingga ada pemekaran desa dengan jumlah sekarang sebanyak kurang lebih dari 74 ribu desa diseluruh Indonesia, tapi di Bali masih tetap sebanyak 636 desa, saya mengiginkan kelurahan nanti dirubah menjadi desa.

Majelis Desa Adat, merupakan persatuan (pasikian) Desa Adat di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Kecamatan, secara berjenjang yang memiliki tugas dan kewenangan di bidang pengamalan adat istiadat yang bersumber dari agama Hindu serta kearifan lokal dan berfungsi memberikan nasihat, pertimbangan, pembinaan, penafsiran, dan keputusan bidang adat, tradisi, budaya, sosial religius, kearifan lokal, hukum adat dan ekonomi adat.

“Anggaran untuk desa adat sebelumnya sebanyak 250 dan kita naikan menjadi 300 juta per desa adat. Disini desa adanya berjumlah 1.493 desa adat,” jelas Koster.

Bupati I Nengah Tamba Fokus Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi paska Resmi Dilantik

Terkait Dana alokasi APBD Provinsi, bantuan pemerintah kabupaten/kota, dan bantuan Pemerintah Pusat, ditransfer langsung ke rekening Desa Adat tidak lagi melalui BKK (Bantuan Keuangan Khusus) ke Desa Dinas dan anggaran MDA.

“Untuk lahan tanah dan bangunan gedung MDA se Bali saya berikan milik ProvinsiBali dan itu nanti saya hibahkan tanah beserta bangunan untuk MDA, agar nanti tidak memperpanjang lagi,” tutup Koster

Selesai sambutan dilanjutkan Peresmian Gedung MDA Kab. Jembrana oleh Gubernur Bali yang di tandai dengan penandatanganan prasasti dan dilanjutkan peninjauan Gedung MDA Kab. Jembrana yang didampingi oleh tamu undangan. (SUB/IDA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *