Nasib Naas Jejen Tersambar Petir Saat Akan Hendak Menjaring di Pantai

Diposting pada 0 views

Persindonesia.com Situbundo – Bermaksud menjaring ikan di pantai seorang petani meninggal ditempat setelah tersambar petir di pantai Dusun Taman Desa Kalianget Kec. Banyuglugur, Sabtu (20/03/2021).

Korban bernama Jejen (37) berasal dari Kampung Curahguno RT 14 RW 06 DS. lubawang Kec. Banyuglugur, Situbondo bersama istri dan temannya hendak menjaring ikan di pantai Dusun Taman Desa.

Pandemi Belum Berakhir, Hipakad Bali Road To Show Giat Donor Darah

Saat dikonfirmasi Plt Kepala BPBD Kabupaten Situbondo Drs Ec. Budi Nurwanto M.Simembenarkan kejadian tersebut, ia mengatakan, berawal sekitar pukul 18.30 WIB korban bersama dengan Istri dan anaknya (Muhammad Rivaldi) Selvi (38) tahun berangkat dari rumah untuk menangkap ikan di tepi pantai di Dsn. Taman Ds. Kalianget.

“Tiba dilokasi korban bersama istri dan anaknya berada di sisi sebelah barat, sedangkan temannya bernama Selvi berada di sisi timur, kemudian keduanya menaruh jaring di tepi pantai, beberapa saat kemudian hujan turun, dan pada saat hujan turun tersebut korban hendak mengangkat jaringnya,” ujarnya.

Astaga! Gegara Sakit Diabetes Sukarja Akhiri Hidupnya Dengan Gantung Diri

Budi melanjutkan, pada saat korban berjalan mendekati jaring tersebut tiba-tiba tersambar petir dan langsung terkapar, korban mengalami luka bakar di leher depan sampai bagian bawah perut, luka memar di paha sebelah kiri, dan luka di leher belakang.

“Melihat kejadian tersebut, Istrinya kemudian kaget dan berteriak serta minta tolong ke warga yang ada di sekitar kejadian. Mendengar teriakan, Selvi datang dan bersama-sama mengangkat korban kemudian diteduhkan di rumah warga sekitar, melihat kondisi korban yang kritis, kemudian korban dibawa ke RSUD Besuki,” ujar Budi.

Peduli Kesehatan Ibu dan Anak, TMMD Ke 110 Kodim Jembrana Berikan Penyuluhan KB Kesehatan

Ia melanjutkan, dari hasil pemeriksaan tim medis, korban dinyatakan sudah meninggal. Atas peristiwa tersebut istri korban menerima kejadian tersebut yang merupakan suatu musibah serta menolak untuk diotopsi, pihak keluarga langsung membawa korban ke rumahnya.

“Memang kondisi pada saat itu hujan disertai petir, saya menghimbau kepada masyarakat akhir-akhir ini cuaca sangat ektream agar masyarakat lebih waspada,” tutup Budi. (ed27/Yoto)

479040login-checkNasib Naas Jejen Tersambar Petir Saat Akan Hendak Menjaring di Pantai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *