Ket Poto Rapat mediasi penolakan peletakan batu pertama pabrik limbah B3 di Desa Pengambengan
Ket Poto Rapat mediasi penolakan peletakan batu pertama pabrik limbah B3 di Desa Pengambengan

Rapat Mediasi Kisruh, Ketua Pemuda Pengambengan Nyatakan Perang

Diposting pada 5 views

Persindonesia.com Jembrana – Menjelang satu hari sebelum peletakan batu pertama pembangunan Gedung limbah B3 Medis yang akan di bangun di Banjar Munduk, Desa Pengambengan, Kecamatam Negara Kabupaten Jembrana, atas permintaan masyarakat yang menolak adanya pabrik limbah tersebut untuk diadakan mediasi dengan pihak pengembang.

Atas permintaan tersebut Kepala Desa Pengambengan Kamaruzaman menerima permintaan warganya, dengan mendatangkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jembrana I Wayan Sudiarta, SP, Kapolsek Negara Kompol Sugriwo dan dari pihak PT KL.I.N yang menggarap pabrik limbah medis tersebut, bertempat di Kantor Desa Pengambengan. Kamis (25/03)

Pantauan awak media di lapangan, mediasi yang dimulai dari pukul 13.00 Wita mengalami kebuntuan dan dikarenakan beberapa warga yang mengatasnamakan dirinya perwakilan masyarakat yang menolak dan tidak terima dengan adanya limbah medis tersebut sehingga rapat sempat molor sampai pukul 16.00 Wita yang diakhiri dengan keributan dari warga yang menolak.

YLBH Abu Nawas Bondowoso Gelar Inhouse Training Paralegal Tingkat Dasar Di Ikuti Sebanyak 30 Peserta

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jembrana I Wayan Sudiarta, SP memberikan penjelasan terkait dipilihnya Desa Pengambengan menjadi tempat wilayah pabrik industri itu setelah adanya perda dari provinsi.

Selanjutnya, salah satu warga yang kontra bernama Poniadi mengatakan, terkait adanya pabrik limbah medis tersebut banyak dampak negatif yang akan ditimbulkan, dampak sangat dikawatirkan terkait adanya pabrik makanan kaleng sarden, itu bisa berdampak kepada pemasaran nantinya dikarenakan berdekatan dengan pabrik limbah medis.

Dirinya juga mengatakan kalau limbah medis tersebut juga sangat berbahaya dengan kesehatan masyarakat, dan dirinya meminta untuk mengkaji lagi keputusan pembangunan pabrik tersebut.

Pemprov Bali Buka Pendaftaran Calon Anggota KPID Provinsi Bali Periode 2021-2024

Sementara beberapa warga yang kontra juga ikut komentar yang intinya mereka menolak didirikannya pabrik limbah medis B3 tersebut, dan warga yang tinggal di dekat wilayah pabrik mengaku tidak pernah mengatakan setuju maupun pernah tanda tangan.

Setelah dibacakannya perjanjian persetujuan sebelumnya oleh pihak PT K.L.I.N Gede Agung Jonapartha, saat orientasi ke warga pada tahun 2017 yang berakhir dengan hasil disetujui oleh warga penyanding, yang disaksikan oleh Prebekel Desa Pengambengan Samsul Anam serta Camat Negara

Dalam rapat tersebut juga, Kepala Dusun Banjar Munduk Bangbang Suwona setelah surat tersebut dibacakan oleh pihak pengembang ikut mendatangani surat persetujuan tersebut, sontak warga yang mengatasnamakan diri perwakilan dari masyarakat mempertanyakan hal tersebut sehingga rapat menjadi panas dan tegang.

Gubernur Koster Berhasil Lobi Pusat 700 Ribu Lebih Vaksin

Sehingga Kepala Dusun Banjar Munduk Bangbang Suwona memberikan klarifikasi, ia mengatakan, memang dirinya dulu ikut dalam orientasi tersebut, karena pada saat itu dirinya menjabat sebagai kepala dusun, jadinya ikut mendatangani, itu pun permintaan dari kepada desa saat itu.

“Setelah saya ikut kunjungan ke salah satu rumah sakit di jawa disana didirikan juga pabrik limbah, dan setelah itu saya tahu betul pengolahan sampah medis yang diolah sehingga tidak mencemari alam udara yang ditakutkan warga bahwa itu penyakit. Itu pun limbahnya tidak kemana-mana sampah itu langsung hilang setelah di oven,” ujarnya.

Dirinya melanjutkan, saat itulah setelah datang dari survei diri saya menyatakan setuju dengan keberadaan nantinya pabrik limbah B3 tersebut di wilayahnya, dan terkait persetujuan warga saya serahkan kepada prebekel pada saat itu.

Kunjungan Tim Wasev Mabes TNI Diterima Langsung Bupati Tamba

Diakhir rapat mediasi tersebut, suasana menjadi ribut dan keluar dari rel isi pokok mediasi dan warga menuding Perebekel Kamaruzaman ikut menyetujuin pabrik limbah tersebut.

Atas tudingan dari warga tersebut Kamaruzaman menjelaskan, dirinya tidak bisa berbuat apa dikarenakan ijin usaha tersebut sudah berjalan dari pemerintahan sebelumnya, “saya tetap berada ditengah masyarakat jika ada penolakan saya juga menolah,” ucapnya.

Smentara itu warga yang mengatasnamakan Ketua Pemuda Pengambengan Agus Budiono mengatakan, dirinya tetap akan menolak atas nama keluarga saya dan juga Pemuda Desa Pengambengan saya mengikuti dari tahun 2017 anehnya kok ijinnya muncul.

Dewa Ratu! Pratima Pura Desa dan Pura Puseh Raib Digondol Maling

“Saya meminta untuk peletakan batu pertama ataupun selamatan nanti pada tanggal (26/03) dipending dulu, jika tetap akan dilakukan bakal ada pertumbahan darah, kami akan buat suatu gerakan, dan tolong dihentikan persyaratan perijinan dari awal dulu tahun 2017.

Ia melanjutkan, karena masyarakat saat ini menolak saja tidak berani dikarenakan ada tekanan-tekanan dari pihak luar, jika menolak akan di pidanakan, saya mempunyai saksi dan siap memberikan pernyataan, dan masyarakat dihantui dengan rasa ketakutan, jika pihak pengembang akan melakukan peletakan batu kita nyatakan perang, tutupnya. Red

486330login-checkRapat Mediasi Kisruh, Ketua Pemuda Pengambengan Nyatakan Perang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *