Penolakan Pabrik Limbah Berlanjut, Pendemo Dibubarkan Kapolres Jembrana Melanggar Prokes

Diposting pada 0 views

Persindonesia.com Jembrana – Beberapa puluhan warga di Dusun Munduk Desa Pengembangan yang merasa kurang puas yang dipimpin oleh Agus Budiono bersama warga mendemo dengan menutut agar dibubarkan peletakan batu pertama, Jumat 26/03/2021.

Pantauan awak media dilapangan, mereka menuntut terkait ijin dokumentasi perusahan berdirinya pabrik limbah B3 medis di PT K.L.I.N yang tetap berjalan dengan memegang ijin provinsi.

Komunitas Surabaya Bersedekah (KSB) berbagi di Jum’at Berkah

“Agus Budiono berorasi, menginginkan bertemu langsung dengan pemilik pabrik dan inspirasi rakyat serta akan melaporkan ke PTUN,” tuturnya.

Ketika terjadi orasi langsung dihentikan AKBP I Ketut Gede Adi Wibawa SIK Polres Jembrana dan para pendemo dibubarkan hanya perwakilan saja yang berhak menyampaikan inspirasi.

Cegah Penyebaran Covid-19, Babinsa Bersama Aparatur Desa Gelar Penyemprotan 

“Pendemo wajib menggunakan masker dan prokes serta ditanya agar ketika melakukan ini jangan anarkis, ujarnya.

Kapolres Gede Adi melanjutkan, sampaikan inspirasi dengan bijak dan benar, semua bisa diselesaikan secara musyawarah mufakat, jangan asal teriak-teriak tapi mengakibatkan provokasi,” tegasnya.

Bhabinkamtibmas Desa Manukaya Melaksanakan Pemantauan Pembelajaran Tatap Muka Sekolah Tingkat TK ( Taman Kanak Kanak) Di Desa Manukaya

Sementara itu Kadis LH I Wayan Sudiarta.SP mengatakan, untuk proses perijinan PT KLIN dari tahun 2017 hingga tahun 2020 sudah lengkap. Dari proses ijin lokasi, ijin lingkungan, termasuk IMB itu sudah memenuhi sesuai ketentuan.

“Dan hari ini PT KLIN melanjutkan ke tingkat kontruksi hari ini melakukan Ngeruag Karang (peletakan batu pertama), walau sempat tertunda adanya penolakan demo masalah limbah B3 medis, sedangkan untuk pembangunannya seusai proses hukum karena negara kita negara hukum dan sebaiknya kita hormati proses itu”, ucapnya.

LPMK Balaraja Alokasikan Dana Untuk Kegiatan Sosial Masyarakat

Ditempat yang sama dari pihak perusahaa PT K.L.I,N I Gede Agung Jonaparta yang didampingi Reya pengolah limbah B3 medis menuturkan, untuk kelengkapan ini PT KLIN hari adakah IMB, berupa ijin konstruksi fisik bangunan. Walaupun ada terjadi berseberangan visi dengan para pendemo itu bisa segera dilaksanakan.

“Karena apapun itu PT KLIN masih mengikuti sesuai jalur IMB yang diterbitkan 8/12/2020 hingga mempunyai batas waktu. Kemudian hal ini tidak sampai disini, PT KLIN juga harus melengkapi ijin operasional. Dimana jika pabrik ini sudah berdiri itupun melalui tahapan uji coba pembakaran,” jelasnya.

Selama PPKM, pelaku UMKM minta jam operasional di tambah

“Jika lengkapan langkah itu terlalui dengan baik, maka akan lagi ijin operasional secara bertahap,” imbuhnya.

Terkait ada inspirasi warga yang barusan mendemo lanjut Jonaparta, mereka mengatakan tidak tahu akan ijin itu, sebenarnya saya sebagai mediasi sudah menghadirkan beberapa dari penyanding.

Bahas Prokes Sertu Yuli Hindi Datangi Warga Binaan

“Semua kami lakukan di lapangan kebetulan saya sendiri yang hadir memberi penjelasan baik penyanding dan mohon dukungan dari para penyanding. Sosialisasi kerap kami lakukan mungkin dari daftar hadir ada yang tidak paham,” jelasnya.

Jelasnya ia mengatakan, “kami membuat surat persetujuan sesuai daftar hadir dan sosialisasi hingga saya punya dokumen dan bukti hasil rekaman sosialisasi,” paparnya.

Hari ke Dua di Wilayah Kodim Buleleng, Rangkaian Kunker Pangdam IX/Udayana

“Sosialisasi 2 -3 tahun lalu kita lakukan dengan bentuk silaturrahmi dan itupun sistem bertahap. Jadi jelas mungkin saya tekankan lagi IMB kami semua sudah jelas dan lengkap,” tutupnya. (Sub/ed27)

487570login-checkPenolakan Pabrik Limbah Berlanjut, Pendemo Dibubarkan Kapolres Jembrana Melanggar Prokes

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *