Tradisi Ruwah Menyambut Nisfu Sya’ban di Daerah Pesisir Pengambengan

Diposting pada 19 views

Persindonesia.com – Tradisi Ruwah masyarakat pesisir di Mushola Nurul Ibadah di Banjar Munduk Desa Pengambengan, merupakan lahir turun menurun. Masyarakat terutama laki-laki berbondong-bondong membawa rantang berisi makanan. Acara setelah sholat Magrib berjama’ah dilanjutkan dengan membaca surat Yasin sebanyak 3 kali. Doa pertama diberikan umur panjang, yang kedua niat dimurahkan rejeki, dan yang ketiga niat dijauhkan dari segala malapetaka dan keteguhan iman. Rangkaian setelah sholat Isya berjamaah dan dilanjutkan dengan Ruwah.

“Pada zaman ulama-ulama dahulu dari Bugis, pada bulan Sya’ban, membawa makanan dan makan bersama bersama jamaah di mushola tersebut,” kata Lukman Nulhakim Ketua Tamir Mushola Nurul Ibadah.

Pasca Ledakan Bom Di Makasar,Kapolda Banten Instruksikan Jajaran Untuk Lebih Tingkatkan Pengamanan

Ia melanjutkan, misalnya ruwah buat orang tua yang telah meninggal diruwahkan makanan apa yang beliau suka kemudian dimakan bersama-sama terasa nikmatnya dan penuh khidmat dalam hal ini.

“Islam, bulan ruwah ini memberi makna tersendiri dalam pelaksanaan keberagamaan. Konon nama ruwah merupakan serapan dari kata arwah, yang merupakan bentuk jamak dari kata ruh. Disebut ruwah, karena pada bulan ini terdapat ritual “kirim arwah”, ungkap Lukman.

Bupati Tamba: Hilangkan Gosip Politik Yang Bisa Memecah Belah Masyarakat

Sebuah tradisi mendoakan orang (arwah) yang sudah meninggal. Tradisi ruwahan ini, tidak lepas dari penyambutan bulan suci bagi ummat Islam, menuju bulan Ramadhan.

“Dalam Islam, Ramadhan adalah bulan suci yang memiliki banyak keutamaan. Kebesaran Ramadhan harus disambut dengan cara mensucikan dan mendekatkan diri pada Allah. Dan ini tidak semata berlaku untuk orang yang masih hidup, namun juga orang yang sudah meninggal, istilahnya ahli kubur. Ahli kubur yang berada dalam alam barzah ini, “ditolong” oleh keluarganya melalui doa dan sedekah,” tutupnya.

Penganiayaan Jurnalis Tempo Melanggar Hukum dan Prinsip Kebebasan Pers

Tradisi ruwahan adalah sebuah kearifan lokal (local wisdom), yang bagi masyarakat tertentu memiliki makna kultural-religius yang penting. Setelah berabad-abad lamanya tradisi ini berlangsung, pola kearifan ini telah menunjukkan substansi ajaran Islam dalam membangun toleransi dan humanisme. Prinsipnya adalah melestarikan tradisi lama yang baik, dan permisif terhadap hal baru (modernitas) yang lebih baik. (ed27)

491180login-checkTradisi Ruwah Menyambut Nisfu Sya’ban di Daerah Pesisir Pengambengan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *