Pupuk Dan Gas Elpiji 3kg Langka, Kemana Masyarakat Harus Mengeluh ?

Diposting pada 6 views

Bondowoso,persindonesia – Riuhnya Pemberitaan Pupuk Bersubsidi dan Gas Elpiji di Bondowoso dari berbagai media hingga kini belum menemukan solusi hanya dugaan – dugaan saling tuding yang tidak mampu meringankan kebutuhan petani dan masyarakat yang menjerit akibat kelangkaan pupuk dan gas elpiji.

Pemerintah sendiri hingga kini belum memberikan titik terang yang menjadi Fasilitator Masyarakat Bondowoso akan pentingnya Pupuk dan Gas Elpiji sebagai kebutuhan utama bagi Petani dan Masyarakat Bondowoso.

Bahkan, anehnya banyak menyerang Instansi yang tidak memiliki Regulasi mengadakan, mengatur dan mengawasi Pupuk dan Gas Elpiji, sebut saja Dinas Pertanian yang bukan ranahnya menjadi tempat mengadu masyarakat bahkan mendemo kelangkaan pupuk.

Lalu, terkait Gas Elpiji masyarakat bingung mengeluh kepada siapa ?

Jeritan masyarakat Bondowoso, membuat Dua Aktivis angkat bicara, Ilham Mulyadi dari Jas Merah dan Mohammad Agam dari JPKP. Nasional.

Ilham Mulyadi – Jas Merah

Menurut Ilham,” Terkait pupuk adalah barang produksi yang didistribusikan dan ditempatkan pada kios – kios pupuk yang memiliki ijin tentunya ini adalah ranah Diskoperindag, dan dasar saya bicara ini bahwa Alokasi Pupuk Bersubsidi merupakan sebuah paket pengadaan dan penyaluran pupuk bersubsidi dilaksanakan sesuai ketentuan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 15/M DAG / Per / 4 / 2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi Untuk Sektor Pertanian. Adapun pelaksana penyediaan pupuk bersubsidi sesuai penugasan Menteri BUMN adalah PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui produsen, distributor dan penyalur di wilayah tanggung jawab masing-masing. Kewenangan pengaturan tersebut menjadi tanggung jawab PT Pupuk Indonesia (Persero) sesuai dengan kemampuan produksi, dengan prinsip efisien dan efektif” jelasnya (07/04)

Mohammad Agam – JPKP Nasional

Disisi lain menurut Mohammad Agam, ” Berdasarkan Peraturan Kementerian Perdagangan Republik Indonesia No 03/M-Dag/PER/2/2006 pada pelaksanaan yang ditetapkan Kemendag yang mengacu kepada pasal 3 Peraturan Presiden Republik Indonesia No 77/2005 tentang Penetapan Pupuk Bersubsidi sebagai barang dalam pengawasan tentunya merupakan ranah Diskoperindag Bondowoso sebagai Penanggungjawab yang secara sektoral bekerjasama dengan Dinas Pertanian, tentunya yang lebih mampu menjawab kelangkaan pupuk di Bondowoso adalah Diskoperindag Bondowoso ” ujar Agam (07/04)

Khususnya untuk Gas Elpiji, seperti yang pernah disampaikan Kabid Perekonomian sekaligus Sekertaris KP3 ke Agam saat ngopi bareng di salah satu cafe di Bondowoso bahwa Ia telah mengirimkan surat tambahan fakultatif elpiji tiga kilogram kepada Pertamina supaya ketersediaan gas kembali cukup memenuhi kebutuhan masyarakat Bondowoso

Namun, kelangkaan Gas Elpiji ini menurut Ilham,”Khusus subsidi tabung yang banyak tidak tepat sasaran justru lemahnya sistem pengawasannya seperti tim verval khusus yang bagian tim input data penerima subsidi tabung gas elpiji yang berhak mengawasi kebutuhan dan penerima yang berhak penerima subsidi” urainya dan ditambahkannya ,”Banyak unsur kelemahan yang menyebabkan terjadinya kelangkaan subsidi tabung  Gas elpiji akibat sistem pengawasan yang tidak maksimal, Justru hal tersebut akan berdampak pada banyaknya yang merasa di rugikan, khususnya masyarakat kelas menengah kebawah juga pemerintah” jelasnya.

Dalam hal ini, siapakah yang sebenarnya harus bertanggung jawab dan wajib melaksanakan pengawasan subsidi pupuk dan gas elpiji di Bondowoso ? (TIM)

508350login-checkPupuk Dan Gas Elpiji 3kg Langka, Kemana Masyarakat Harus Mengeluh ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *