Tanpa Sandungan Ketum PPM Audensi MPB Terkait Prog.Ketahanan Pangan

Diposting pada

Badung persindonesia.com – Ketua Umum PP PPM(Pengurus Pusat Pemuda Panca Marga), Samsudin Siregar,SH.,yang akrab disapa Syamsir beserta rombongan, meliputi Ketua PPM Bid.Pemberdayaan Wanita dan Ekonomi Anna Tarigan ,Sekretaris Jendral Yayasan IFAC (Indonesia Food and Agriculture Council), Seno Cahyadi. Ketua PD PPM Bali Dr.Drs.I Made Gede Putra Wijaya, SH.,M.Si., Wakil Ketua I PD PPM Bali: Rai Riawati dan Bendahara PD PPM Bali : Cokorda Istri Dewi Sri Jayanti.
Secara khusus berkunjung ke Monumen Perjuangan Bangsal (MPB)pada Sabtu 17 Maret 2021 dengan tujuan audensi terkait program ketahanan pangan milik PPM,dimana Bali akan dijadikan lab percontohan pertanian.

Rombongan diterima oleh MPB, tampak hadir, Ketum MPB dr. Bagus Ngurah Putu Arhana, Sp.A (K), Ketua MPB Bagus Ngurah Rai, SH, MBA, dan Sekretaris MPB  Prof. Dr. Wayan Windia.

Dalam kesempatan yang baik tersebut Ketum Samsudin Siregar memaparkan bahwa program yang dikembangkan PPM adalah program ketahanan pangan. Karena diyakini pada pada 30 tahun kedepan nanti masalah pangan akan menjadi kendala dunia, termasuk bagi Indonesia.
Oleh karenanya, kita mesti bersiap-siap. “Kalau nanti, hal itu terjadi, maka kita harus sudah siap”masalah pangan yang merupakan masalah primer kebutuhan pokok. Ini mulai kita kembangkan secara nasional dengan dijadikannya Pulau Bali yang merupakan gerbang dunia untuk dijadikan daerah percontohan dalam membangun pertanian Indonesia yang tangguh.
Program ini merupakan kelanjutan dari kesepakatan kerjasama antara DPP Pemuda Panca Marga dengan “Indonesia Food & Agriculture Council (IFAC)” terangnya.

Ketua PPM Bid.Pemberdayaan Perempuan dan ekonomi Anna Tarigan seijin Ketum memaparkan : Program Ekonomi Lintas Agama bertajuk “Cahaya Pangan Indonesia”, telah sukses diuji coba di Jakarta, berbasis tempat ibadah.
Selain melayani kebutuhan pokok jamaah tempat ibadah secara langsung, outlet Cahaya Pangan Indonesia merupakan Community Trade Center yang juga dapat diakses secara online melalui “mobile apps PesanSembako”, kami mempunyai berbagai produk dengan harga lebih terjangkau ,terangnya.
Ana Tarigan juga memberikan informasi tambahan berupa program PPM dalam bidang kesehatan, yang berkait dengan imun tubuh (Imun Buster).

Sekjen IFAC (Indonesia Food and Agriculture Council), Seno Cahyadi menambahkan seirama dengan perkembangan berbagai penyakit, maka PPM juga memperkenalkan berbagai produk pertanian organik untuk menjaga kesehatan manusia. Dengan sistem yang kami punya yakin akan menghasilkan produk pertanian yang lebih baik/berkwalitas lebih baik serta dengan kapasity hasil yang berlipat, disamping itu kami juga siap untuk membeli dan menyalurkan hasil panennya.
Program Ketahanan Pangan ini merupakan upaya rintisan kesiapan potensi krisis pangan sekaligus memperluas akses pasar bagi produk pangan baik dari produsen manufaktur, petani dan UMKM hasil bumi yang dapat diakses dengan harga grosir yang relatif stabil, ungkap Sekjen IPAC.

Pada kesempatan itu, Prof.Windia menyatakan apresiasi karena PPM memiliki program dan kegiatan yang prospektif dan bermanfaat bagi masyarakat banyak.
“Masalah pangan adalah masalah urgent, dan memerlukan keperpihakan pemerintah” katanya.
Menurutnya saat ini pemerintah dengan mengimpor berbagai produk hasil pertanian sudah tentu akan merugikan kepada petani, keberpihakan pemerintah seharusnya kepada petani bukan kepada produsennya, tukas Prov.
Nindya.

Sementara Bagus Ngurah Rai menyampaikan hal kegiatan MPB dan Gugus Kebangsaan dalam mendidik generasi muda Indonesia dalam hal bela negara. Hingga saat ini hampir 7500 anak-anak dan mahasiswa yang telah dilatih dalam latihan pendahuluan bela negara.

Secara khusus Ketua PD PPM Bali Dr.Drs.I Made Gede Putra Wijaya,SH.M.Si., mengungkapkan rasa bangga dengan kinerja dan hormat kepada Ketum Samsudin Siregar (Samsir), dengan program gemilangnya terkait penguatan pangan, sembako digital,kesehatan transport daring dll ,dan juga menjadikan Bali sebagai objek percontohan program-program tersebut, tentu ini akan menjadi dampak yang baik untuk pertanian kita kedepan, bukan saja baik bagi PPM namun juga baik untuk masyarakat umum. Disamping merasa bangga, juga yakin Ketum Samsir akan membawa PPM menjadi lebih baik dan menjadi pelopor di berbagai bidang, ungkap Dr.Putra Wijaya mengakhiri.
Acara dilaksanakan dengan tetap berpedoman kepada protokol kesehatan yang ketat, dan diakhiri dengan foto bersama.
Seusai melakukan audensi dengan MPB dengan lancar tanpa kendala, Ketum beserta rombongan menuju Taman Pujaan Bangsa Margarana guna persiapan HUT PPM Bali yang akan digelar di Margarana pada 27 April 2021.

Tim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *