Surat Pungutan Biaya Sekolah SMKN 1 Banyuwangi, Diduga Dirubah Pihak Sekolah

Diposting pada 19 views

Banyuwangi, Persindonesia.com – Terkait dugaan pengutan biaya sekolah SMKN 1 Banyuwangi, menimbulkam tanda tanya saat wali murid merubah surat pernyataan,  yang bertanda tangan di atas materai, disitu tertulis wari murid tersebut.

Sebelumnya Tanggal 12 April 2021 wali murid SMKN 1 Banyuwangi, inisial EM, menuliskan surat pernyataan yang isinya, Dengan Ini menyatakan bahwa saya adalah wali murid dari inisial FY kelas x1 OTKP 1 Sekolah SMKN 1 Banyuwangi, merasa keberatan atas pungutan seragam sebesar Rp 1,5 juta rupiah yang sudah di bayarkan pada salah satu komite sekolah tersebut.

Ketua DPRD Sebut Pemanfaatan Izin Lokasi PT BLP dan Agung Intiland Sesuai.

Demikian surat pernyataan ini kami buat tanpa adanya unsur paksaan dari pihak manapun.

Ketika awak media mengkoordinasikan surat pernyataan tersebut ke pihak  sekolah SMKN 1 Banyuwangi. Dan media disuruh hadir pada hari Jumat (16/04).

Pada saat awak media hadir pada waktu yang telah ditentukan pihak sekolah terkait surat pernyataan yang sebelumnya tertulis yang menyatakan wali murid keberatannya dengan adanya pungutan dari pihak sekolah

Agung Intiland Group Mangkir Dari Panggilan Kedua Dewan Soal Pelakasaan Izin Lokasi.

Pihak Sekolah dalam hal ini Kepala Sekolah SMKN 1 Bayuwangi H Paidi menyatakan, Bahwa di sekolah kami tidak ada pembayaran uang seragam yang bernilai tersebut.

Lalu pihak sekolah SMKN 1 Banyuwangi, menunjukan  surat pernyataan yang di buat oleh wali murid tersebut, yang awalnya menyatakan keberatan adanya pungutan untuk seragam Rp 1,5 juta tersebut.

Sopir Ugal-Ugalan di Jalan IB Mantra, Tabrak Pembatas dan Terjun Kejurang

Saat disodorkan, surat pernyataannya tersebut berubah menjadi tanggal 14 April 2021. Yang sebelumnya Tanggal 12 April 2021.

Tentang keberatan saya atas uang seragam yang sudah realisasi 2 Tahun yang lalu di SMKN 1 Banyuwangi, dan atas nama inisial FY kelas X1 OTKP 1.

Sehubungan dengan hal tersebut saya cabut bentuk pernyataan saya yang tercantum dalam surat tersebut, dan dinyatakan tidak sah, karena saya membuat dalam keadaan tidak stabil.

Bom Molotov Erat Kaitannya Dengan Laporan Korban di Polda Riau

Demikian surat pernyataan ini saya buat dalam keadaan sehat, sadar tidak ada unsur paksaan dari pihak manapun.

Dengan berubahnya Surat pernyataan tersebut menimbulkan tanda tanya, yang membuat awak media mengasah otak setelah adanya perubahan surat pernyataan tersebut.

Ketika awak media kembali mendatangkan wali murid yang bersangkutan untuk di mintain kejelasan, terkait adanya perubahan surat pernyataan tersebut.

Wabup Ipat Minta OPD Cermat Realisasi Potensi Yang Ada

Wali murid tersebut mengatakan kepada awak media, bahwa anaknya takut malu dan takut di buly nanti di sekolahnya.

“Disisi lain gurunya teman bermain bulutangkis almarhum suami saya, jadi saya merasa tidak enak dan takut terjadi apa-apa dengan anak saya di sekolah,” ujarnya

(Tim)

542990login-checkSurat Pungutan Biaya Sekolah SMKN 1 Banyuwangi, Diduga Dirubah Pihak Sekolah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *