Ket Poto, Rapat/Paruman Pemucuk Banjar Bilukpoh Kangin terkait adanya Mosi tidak Percaya dari Masyarakat Lingk. Bilukpoh Kangin terhadap Kinerja Kepala Lingkungan (Kaling) Bilukpoh
Ket Poto, Rapat/Paruman Pemucuk Banjar Bilukpoh Kangin terkait adanya Mosi tidak Percaya dari Masyarakat Lingk. Bilukpoh Kangin terhadap Kinerja Kepala Lingkungan (Kaling) Bilukpoh

Kaling Bilukpoh Kangin Bersikukuh Tidak Mau Turun, Ini Penjelasan Seklur

Diposting pada 10 views

Persindonesia.com Jembrana – Mosi tidak percaya oleh mayarakat kepada kepala lingkungan terus terjadi, setelah beberapa wilayah terjadi mosi tidak percaya dimana kasus terakhir terjadi kepada Kepala Dinas Banjar Petapan Kaja.

Dan kini Kepala Lingkungan Banjar Bilukpoh Kangin, Kelurahan Tegalcangkring, Kecamatan Mendoyo, Jembrana diminta untuk mengundurkan diri oleh warga melalui pemucuk banjar adat kelurahan.

Hal tersebut dibahas dalam paruman pemucuk Banjar Bilukpoh Kangin yang bertempat bertempat di Balai Lingkungan Bilukpoh Kangin, terkait Kepala Lingkungan yang sudah tidak bisa menjabat lagi dikarenakan sakit yang dideritanya.

Diduga Karena Depresi, Seorang Pemuda Warga Kampar Nekat Akhiri Hidupnya

Rapat yang dilaksanakan pada hari Selasa (27/04) sekira pukul 19.45 Wita menghadirkan pemucuk banjar adat yang di pimpin oleh I Ketut Suarna yang mewakili 80 persen warga, Lurah Tegalcangkring yang diwakili oleh Seklur Tegalcangkring Wisnu Wirama, Kepala Lingkungan Bilukpoh Kangin I Gede Darmada dengan keseluruhan berjumlah 25 orang.

Permasalahan tersebut menurut salah satu warga yang tidak mau disebutkan namanya, didasari muncul adanya mosi tidak percaya warga terhadap Kaling Bilukpoh Kangin selain penyakit yang dideritanya (struke) yang membuat pelayanan terhadap masyarakat terganggu, dan juga yang bersangkutan sebelumnya ikut politik praktis, selain itu dalam pembagian sembako disinyalir tidak adil dan tidak merata.

Dalam pelayanan proses administrasi terhadap warga di membutuhkan waktu yang cukup lama dan warga mengeluhkan adanya pungutan biaya yang tidak wajar, dan juga dikarenakan sakit kaling jarang berada di kantor lurah, sehingga pelayanan masyarakat menjadi terhambat.

Martinus Ingin Membawa Perubahan Yang Lebih Baik Bagi Desa dan Masyarakat Pemuar

“Bedasarkan laporan warga kaling sudah tidak dapat melaksanakan tugas dikarenakan kondisinya sakit (stroke) dan dari permohonan warga agar kaling tersebut bisa mengundurkan diri,” ucap Seklur Tegalcangkring Wisnu Wirama saat di konfirmasi terkait rapat tersebut di Kantor Lurah Tegalcangkring. Rabu (28/04).

Setelah pemanggilan tadi malam, lanjut Wisnu, yang menghadirkan kepala lingkungan ternyata kaling tersebut tidak mau mengundurkan diri, akan tetapi pak kaling mengatakan siap kapan saja diturunkan.

“Sehingga kami terus melakukan kordinasi di rapat tadi malam, dan masih memberi 2 opsi mau diturunkan atau mengundurkan diri, akan tetapi kaling tetap bersikukuh untuk tidak mengundurkan diri,” jelasnya.

Ketum PPM Samsudin Bertemu Dengan Sepuh PPM Gusti Alit Yuda

Menyikapi hal tersebut lanjut Wisnu, kami tetap memenuhi keinginan masyarakat, dimana 80 persen masyarakat memintanya mundur. Dan kami tetap mengupayakan ada kaling yang bisa memberi pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Kita upayakan disini tidak ada permasalahan, kita akan mengutamakan badan rembug dengan pemucuk adat disana, kita kordinasi agar menemukan solusi yang paling bagus, dan pinalnya nanti ada di camat karena SK pemberhentian dikeluarkan oleh Camat, kita berupaya untuk memenuhi dari segi regulasi apa yang kita pakai untuk menurunkan atau diturunkan atapun mereka bersedia untuk mengundurkan diri,” ucapnya.

Ditempat yang sama Pemucuk Banjar Adat Bilukpoh Kangin I Ketut Suarna mengatakan, jika kaling tersebut tidak mau mengundurkan diri, kita akan menerjunkan tim dokter kesehatan untuk memastikan untuk dituangkan di berita acara sebagai permohonan kita ke Camat Mendoyo. (Ed/Sub)

557930login-checkKaling Bilukpoh Kangin Bersikukuh Tidak Mau Turun, Ini Penjelasan Seklur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *