Ket Poto, Bupati Jembrana I Nengah Tamba SH
Ket Poto, Bupati Jembrana I Nengah Tamba SH

Tidak Pernah Audensi Ke Kantor, Bupati Tamba Minta PT K.L.I.N Menunda Pembangunan

Diposting pada 17 views

Persindonesia.com Jembrana – Terkait beberapa warga Desa Pengambengan yang kontra terhadap keberadaan pembangunan pabrik limbah medis B3 di Banjar Munduk, kemarin mendatangi Kantor DPRD.

Tujuannya untuk meminta pendampingan untuk kembali bertemu dengan Bupati Jembrana, akan tetapi mereka ditolak lantaran tidak dilengkapi surat pengajuan. Dan mereka diterima oleh Tim Kuasa Hukum Pemkab Jembrana, bertempat di Kantor Fapat Kesbangpol Kabupaten Jembrana.

Di Duga Gelapkan Uang Penjualan Aset CV. JMM Sebesar Rp 800 Juta Pria Ini di Tahan Polsek Tapung

Diketaui tujuan beberapa warga tersebut yang dipimpin oleh kordinator warga yang kontra bernama Hadi Jumardiansyah dan Agus Budiono untuk kembali menyuarakan penolakannya terhadap akan dibangunya pabrik limbah medis B3 tersebut.

Disela-sela pemantauan vaksinasi masal untuk para buruh pengalengan ikan di Desa Pengambengan masih dalam rangka Hari Buruh Internasional, menanggapi hal tersebut Bupati Jembrana I Nengah Tamba SH mengatakan, secara normatif itu kan sudah berijin, tetapi saya akan memaklumkan nanti kepada perusahan itu, dalam suasana hari raya ini tunda dulu lah membangun biar situasinya kondusif. Selasa (04/05)

Pertama di Bali, Pemkab Jembrana Vaksin Buruh Pengalengan Ikan

Kalau disuruh mencabut ijin saya harus mengkaji dulu, tidak serta merta langsung mencabut ijin PT tersebut, karena saya juga harus menghargai juga keputusan bupati sebelumnya, tetapi paling tidak kami menghargai juga masyarakat kami juga ini yang kami pikirkan. Satu-satunya jalan dipermaklumkan dulu jangan ada aktifikas dulu dalam suasana hari raya ini mari kita hargai.

“Selama ini kami belum pernah ditemui dari Pihak PT K.L.I.N, mereka sama sekali belum pernah audensi terkait akan di bangunnya pabrik limbah medis B3, dan saya sebagai kepala daerah hanya menginginkan situasi kondusif di Desa Pengambengan,” ungkap Tamba.

Desa Adat Se Kab.Jembrana, Jadi Pilot Project Pengelolaan Air Limbah Domestik

Ditempat yang sama itu Pimpinan Perusahan PT Indohamafish Hendra Wijaya mengatakan, kalau saya sendiri kurang setuju dengan keberadaan pabrik limbah medis tersebut, dikarenakan jarak radiusnya hanya beberapa kilo saja, sedangkan di Desa Pengambengan ini ada banyak perusahan makanan pengalengan ikan, jadikan itu pasti berdampak sangat berbahaya untuk industri makanan.

“Ya kalau bisa dikaji lebih dalam lagi, soalnya nanti pasti ada yang dikorbankan dalam hal ini, sedangkan kita industri makanan ini sudah bergerak mulai tahun 1980 dan kami disini mulai dari tahun 1990, kalau ada pabrik tersebut pasti kita kena dampak nanti warga sekitar juga ada yang terdampak dalam hal ini,” ucapnya.

Ny Putri Koster: Kebangkitan IKM/UMKM Ibarat Nyala Lilin di Kegelapan

Secara produksi, lanjut Hendra, nanti kami juga dipertanyakan oleh langganan lantaran di Desa Pengambengan ada pabrik limbah medis, itu sangat berdampak dengan produksi kami nantinya. “Saya memohon kepada bapak bupati agar mengkaji ulang keberadaan pabrik tersebut, dan kenapa di Pengambengan, sementara didaerah lain juga ada penolakan.

“Kami disini memperkerjakan lebih banyak warga disini khususnya dan Jembrana pada umumnya, kalau ada pebrik ini nanti kan berdampak kepada masyarakat disini juga, itu yang saya takutkan,” tutupnya. (Sub)

 

 

570770login-checkTidak Pernah Audensi Ke Kantor, Bupati Tamba Minta PT K.L.I.N Menunda Pembangunan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *