Kapolda bersama Gubernur Bali Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Agung 2021

Diposting pada 2 views

Denpasar | persindo – Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, S.H., M.Si., bersama Gubernur Bali Dr. I Wayan Koster, M.M., pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Agung 2021, yang dilaksanakan di Lapangan Iptu Soetardjo Mako Brimob Tohpati, rabu (05/05/2021).

Pada kesempatan tersebut Kapolda Bali didampingi Waka Polda dan para PJU Polda Bali, serta Kapolresta Denpasar, Kapolres Gianyar, Kapolres Tabanan, serta Kapolres Badung.

Turut hadir Pangdam yang diwakilkan Asops Kodam IX/Udayana, Danlanal, Danlanud, perwakilan dari Pomdam, Kadishub, Walikota Denpasar, Bupati Gianyar, Bupati, Tabanan, Bupati Badung (yang mewakili), Ketua FKUB dan MUI Bali, serta stakeholder terkait lainnya.

Adapun tema dari apel gelar pasukan tersebut adalah “Melalui Operasi Ketupat Agung-2021 Kita Tingkatkan Sinergi Polri dengan Instansi terkait Dalam Rangka Memberikan Rasa Aman dan Nyaman pada Perayaan Idul Fitri 1442 H”

Polda Bali pada pelaksanaan Ops Ketupat Agung 2021 ini, menerjunkan 1728 personil gabungan, guna pengamanan dan antisipadi gangguan Kamtibmas dan gangguan Kamseltibcarlantas di masa pandemi covid-19, pada saat perayaan Idul Fitri 1442 H.

Kapolda Bali Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, S.H., M.Si. didampingi Gubernur Bali Dr. I Wayan Koster, M.M., selaku pengambil apel gelar pasukan Ops Ketupat Agung 2021, membacakan amanat Kapolri, dalam kutipan singkat isinya sebagai berikut :

Dalam rangka Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Tahun 2021 yang diselenggarakan secara serentak seluruh Indonesia, mulai dari tingkat Mabes Polri hingga kesatuan kewilayahan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Dimana apel gelar pasukan dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat-2021 dalam rangka pengamanan hari raya Idul Fitri 1442 H, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda, dan mitra kamtibmas lainnya.

Kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2,03%. Hal ini disebabkan karena adanya peningkatan aktifitas masyarakat khususnya menjelang akhir bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri.

Oleh karenanya pemerintah mengambil kebijakan larangan mudik pada hari raya Idul Fitri 1442 H dan ini merupakan tahun kedua Pemerintah mengambil kebijakan tersebut, berdasar pengalaman terjadinya tren kenaikan kasus setelah pelaksanaan libur panjang, termasuk peningkatan kasus sebesar 93% setelah pelaksanaan libur Idul Fitri pada tahun 2020/1441 H.

Keinginan masyarakat untuk mudik sulit untuk ditahan. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, apabila Pemerintah tidak melaksanakan larangan mudik maka akan terjadi pergerakan orang yang melakukan perjalanan mudik sebesar 81 juta orang. Namun setelah diumumkannya larangan mudik, masih terdapat 7% atau 17,5 juta orang yang akan melaksanakan mudik. Oleh karena itu, kegiatan Operasi Ketupat-2021 harus dilaksanakan oleh seluruh jajaran dalam rangka menempatkan keselamatan masyarakat sebagai hukum tertinggi “Salus Populi Suprema Lex Esto”.

Kasus Covid-19 harus kita waspadai berkaca pada gelombang penyebaran Covid-19 yang terjadi di Luar Negeri seperti India akibat lalai terhadap protokol kesehatan.

Indonesia tidak boleh lengah, terlebih dengan adanya varian baru Covid-19 dari sejumlah negara yang masuk ke Indonesia seperti B.1.1.7 asal Inggris, B.1.617 asal India, dan B.1.351 asal Afrika Selatan.

Polri bersama-sama dengan Satgas yang berada di Bandar Udara dan Pelabuhan Internasional telah melakukan pengawasan terhadap masuknya pelaku perjalanan Internasional.

Diperintahkan kepada petugas dilapangan untuk mengawasi pelaku perjalanan Internasional secara ketat. Pastikan pelaksanaan karantina di tempat yang telah ditunjuk sesuai dengan manifest pelaku perjalanan internasional yang masuk ke Indonesia.

Operasi Ketupat tahun 2021, substansi dari kebijakan pelarangan mudik oleh Pemerintah adalah mencegah terjadinya penyebaran Covid-19 agar tidak terjadi klaster-klaster pada saat kegiatan di bulan suci ramadhan seperti Klaster Pesantren, Klaster Mudik, Klaster Ziarah, Klaster Taraweh, dan kegiatan lainnya.

Operasi Ketupat-2021 yang akan dilaksanakan selama 12 hari, mulai dari tanggal 6 sampai dengan 17 Mei 2021 adalah upaya Polri dalam mencegah penyebaran Covid-19 melalui penyekatan dan penegakan terhadap protokol kesehatan, agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan rasa aman dan nyaman serta terhindar dari bahaya Covid-19.

Personil gabungan sebanyak 155.005 personil terdiri atas 90.592 personel Polri, 11.533 personel TNI serta 52.880 personel instansi terkait lainnya,  akan ditempatkan pada 381 pos penyekatan untuk mengantisipasi masyarakat yang masih berniat dan akan melaksanakan mudik, 1.536 pos pengamanan untuk melaksanakan pengamanan terkait gangguan Kamtibmas dan Kamseltibcarlantas, serta 596 pos pelayanan dan 180 pos terpadu untuk melaksanakan pengamanan di pusat keramaian, pusat belanja, stasiun, terminal, bandara, pelabuhan, tempat wisata.

Untuk mengantisipasi pelaku perjalanan dalam negeri, segera maksimalkan kegiatan posko di terminal, bandar udara, pelabuhan, dan stasiun. Posko ini bukan hanya sekedar menjadi posko pengamanan dan pelayanan, namun juga berfungsi untuk mengendalikan penyebaran Covid-19, melalui pengawasan protokol kesehatan diantaranya :

Terkait dokumen yang harus dimiliki oleh penumpang, yaitu hasil negatif test Covid-19 paling lambat 1×24 jam, e-HAC, SIKM, dan sertifikat vaksinasi. Melakukan rapid test antigen secara acak kepada penumpang. Mencegah dan melakukan penertiban terhadap kerumunan masyarakat dengan memberikan sanksi berupa teguran lisan, sanksi fisik, maupun denda administratif, serta melaksanakan pembagian masker kepada masyarakat.

(tim/tudarma/pid)

573580login-checkKapolda bersama Gubernur Bali Pimpin Apel Gelar Pasukan Ops Ketupat Agung 2021

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *