Komparasi Sebuah Realisasi Anggaran Awal Pandemi Cofid-19 dan Second Wave Covid Tahun 2021 Kab.Bondowoso

Diposting pada 2 views

Bondowoso, Persindonesia – Kembali ke tahun 2019 peristiwa Pandemi Covid-19 yang melanda di seluruh dunia termasuk juga Indonesia demikian pula Bondowoso yang membuat hampir roda perekonomian lumpuh.

Mengikuti pemberitaan yang terus mengungkap pandemi covid-19 sejak 2019 hingga 2021 yang terus dilakukan pemerintah berbagai upaya menekan penyebaran covid-19 bertahap dari prokes yang sudah ditetapkan baik melalui Intruksi Presiden dan Maklumat Kapolri hingga Perda dan Perbub menjadi landasan hukum guna mencegah merebaknya virus korona yang melanda dan menjadi wabah yang sangat luar biasa hingga menghabiskan anggaran trilyunan rupiah.

Penulis sangat tertarik untuk mengulas baik dari segi pamdang realita dilapangan dan rilisan – rilisan berita online khususnya di Kabupaten Bondowoso.

Kembali ke awal, penulis yakini anggaran yang diperlukan sangat besar untuk penanganan awal covid-19 yang menyerang kabupaten Bondowoso apalagi penyebaran dan penularan hingga hampir ke seluruh penjuru kabupaten merujuk dari peta sebaran dari sumber data Dinkes Bondowoso dari menguning hingga merah yang diperkirakan sudah merenggut nyawa seratus lebih.

Mengingat virus korona second wave lebih banyak memakan biaya artinya adalah sebuah Force Majure yang lebih mengerikan hingga Bupati Bondowoso lebih cenderung memangkas TPP, namun apakah adalah sebuah langkah yang bijak ?

Benarkah dimasa pandemi covid second wave akan lebih memakan biaya yang besar dari yang sebelumnya fist wave ?

Anggaran bahkan sudah banyak di refocusing bahkan Bondowoso sendiri awal sudah dalam keadaan defisit, tentunya menurut penulis Pemulihan Ekonomi dan Keuangan merupakan Prioritas yang harus dilakukan sehingga dipandang perlu hal hal yang masih dapat ditunda untuk penganggaran seperti anggaran untuk Geopark dan Hal hal yang berkaitan dengan kepariwisataan perlu di pangkas habis mengingat dimasa covid-19 sudah banyak larangan keluar kota terlebih dilarang mudik apalagi berwisata tentunya lebih ditekankan kepada hal – hal yamg urgent tanpa harus memangkas TPP ataupun perekrutan CPNS

Penulis menyayangkan apabila ada anggaran yang tidak dipangkas pada hal hal yang tidak terlalu menyentuh pemulihan ekonomi masyarakat namun malah memangkas habis amggaran yang bersifat mutlak sebagaj penunjang perbaikan kondisi

Penulis berharap, semoga kebijakan dan penetapan langkah yang diambil Pemerintah Bondowooso lebih cenderung untuk ke grassroot.agar merasakan betapa para pengambil kebijakan peduli kepada masyarakat pada setiap saat dibutuhkan bukan hanya setiap saat pemilihan umum. (Kabiro Persindonesia)

614390login-checkKomparasi Sebuah Realisasi Anggaran Awal Pandemi Cofid-19 dan Second Wave Covid Tahun 2021 Kab.Bondowoso

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *