Mengejutkan !, Temuan data dilapangan oleh Divisi Monitoring dan Investigasi JPKP Nasional Bondowoso

Diposting pada 5 views
Surat Permintaan Klarifikasi JPKPN Bondowoso ke Dinas Kesehatan

BONDOWOSO, Persindonesia – Rekomendasi BPK Kepada Bupati agar memerintahkan kepala dinas kesehatan rupanya ada indikasi diabaikan dan diduga malah tidak melaksanakan sesuai ketentuan.

Temuan data dilapangan oleh Divisi Monitoring dan Investigasi JPKP Nasional Bondowoso sungguh sangat mengejutkan.

Hasil temuan yang dihimpun dari berbagai sumber serta data berupa DPA Rincian Anggaran Belanja Langsung Program dan Pergiatan Satuan Kerja Perangkat Daerah FKTP Puskesmas Tahun Anggaran 2020 dibawah Dinas Kesehatan ditengarai ada dugaan penggelembungan harga (Mark – up)

Satu sampel data dan temuan dilapangan yang diambil oleh Divisi Monitoring dan Investigasi JPKP Nasional Bondowoso adalah FKTP Binakal dimana, menurut Mohammad Agam Hafidiyanto,SH pihak Puskesmas belanja barang pada pengadaannya membeli dengan harga yang tidak masuk akal, hingga mencapai 100 – 150% dari harga eceran tertinggi di pasaran, antara Barjas dan Modal dinilai jauh dari harga pasar

“Saya telah mengirim surat permintaan klarifikasi kepada pihak Dinas Kesehatan terkait temuan yang kami dapatkan dan bukan hanya satu atau dua tapi asumsi kami disinyalir semua FKTP diduga bisa bisa berbuat yang sama”, ungkap Agam (14/05)

Pihak Kepala Dinas Kesehatan sendiri memberikan sinyal untuk dapat ditemui pada hari rabu atau kamis mengingat kesibukannya, seperti yang di sampaikan ke Ketua JPKPN Bondowoso melalui via whatsapp (14/06)

Saat dikonfirmasi kebenarannya oleh awak media terkait whatsapp tersebut, Agam mengatakan,” Iya, Pak Imron wa ke saya namun saya merasa penundaan ini ada kecurigaan setelah surat tersebut saya kirim senin kemaren, mengapa beberapa FKTP kok dipanggil segera untuk mengirim data data DPA maupun DPPA kemaren bahkan hari ini malah FKTP Binakal yang saya jadikan salah satu sampel temuan saya pun, pihak bendahara dan bagian pembuatan SPJ dipanggil juga sepertinya diinstruksikan untuk mencoba memperbaiki Barjas dan Modal yang kami temukan tidak sama, mereka berusaha cari aman” ungkap Agam dengan geram.

Ditambahkannya, “Dengan adanya intruksi panggilan 3 FKTP Puskesmas dumana salah satunya adalah FKTP Binakal, walaupun sebatas dugaan tapi saya curiga dan saya berasumsi dan menduga kuat jangan – jangan ada indikasi mark-up merata di seluruh FKTP Puskesmas se Bondowoso”

“Yang pasti saya sudah tahu siapa siapa mereka yang bermain dan berkolusi dan untuk saat ini saya akan jalankan pelaporan ke Polres, nama nama mereka dengan dugaan ada indikasi merekaya atau memalsukan dokumen negara yang sudah disahkan, ingat dokumen tersebut telah disahkan dan ditanda tangani berstempel basah, itu akan kamj jadikan sebagai bukti nantinya, kata agam jelas

“Karenanya, mencoba menghilangkan barang bukti dapat dikenakan Pasal 221 KUHP tentang menghilangkan barang bukti, serta terancam pidana penjara selama 9 bulan. Tentunya, laporan beserta lengkap lampirannya kami pastikan tembuskan ke Polda Jatim, BPK dan Bupati serta Inspektorat” tutur Agam (15/06)

Hingga berita ini dimuat, awak media menjadwalkan hari ini untuk mengklarifikasi kebenaran temuan data tersebut baik ke FKTP Puskesmas Binakal maupun Dinas Kesehatan Bondowoso (TIM) bersambung

656620login-checkMengejutkan !, Temuan data dilapangan oleh Divisi Monitoring dan Investigasi JPKP Nasional Bondowoso

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *