Lokalisasi Bisnis Prostitusi di Kademangan Setu, Diduga Diabaikan Pihak Berwajib,Ada Apa ?

Diposting pada 70 views

Tangerang Selatan, Persindonesia.com – Seperti yang pernah disampaikan pada pemberitaan di salah satu media online, terkait pelacuran dan praktek prostitusi pada saat Polisi gerebek Panti Pijat Mesum di Ruko Citra Raya Cikupa 5 hari yang lalu sekitar tanggal 02 Desember 2021

Pada saat itu, Kabid Humas Polda Banten menegaskan Polda Banten tidak mentolerir terjadinya praktek-praktek pelacuran terselubung di tempat hiburan, akan melakukan tindakan tegas dengan UU TPPO. “Polda Banten akan menindak tegas praktek-praktek pelacuran terselubung di tempat hiburan,”ujar Shinto Silitonga.

Namun yang menjadi pertanyaan, diwilayah Kademangan, Setu, Tangerang ada tempat prostitusi terselubung yang bahkan menurut informasi banyak wanita penghiburnya diduga tidak memiliki KTP (Kartu Identitas diri) menjadi penghuni lokalisasi ditempat tersebut, dan bahkan informasi dari nara sumber, ada beberapa oknum petugas dari APH datang hanya melihat lihat entah tujuannya apa walaupun banyak yang kabur saat itu, kata narasumber yang tidak ingin disebut namanya.

Untuk diketahui, Germo yang mengelola berinisial R diduga menawarkan gadis gadis muda, bahkan diduga ada yang masih muda belia dan tidak ber KTP.

Foto: Agam ,diduga tempat esek-esek di Tangsel 

Lokalisasi remang remang yang tepatnya berada di jalan raya Serpong, Kademangan Kecamatan Setu, Tangerang yang cukup menjadi pertanyaan masyarakat, mengapa tidak ada tindakan dari pihak Kepolisian, padahal jelas Polda Banten mengatakan tidak mentolerir, apa hanya sekedar Opini ? Lalu kemana Polres Tangerang Selatan dan Polsek wilayah tersebut ? Juga Satpol PP sebagai penegak Perda.

Padahal jelas hal tersebut melanggar undang – undang sebagaimana diatur dalam Pasal 298 KUHP. Pasal ini melarang siapa saja yang menjadikan sebagai mata pencaharian atau kebiasan dan mengambil keuntungan atas kegiatan cabul yang dilakukan oleh orang lain dan acamanan pidananya maksimum 1 tahun 4 bulan. Pasal ini ditafsirkan oleh ahli hukum pidana Indonesia sebagai pasal yang mengancam pidana para germo, mucikari atau pemilik dan atau pengelola rumah bordir. (TIM/Ag)

970760login-checkLokalisasi Bisnis Prostitusi di Kademangan Setu, Diduga Diabaikan Pihak Berwajib,Ada Apa ?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *