Pengurus Cabang NU Kota Gunungsitoli Diambang Perpecahan

Diposting pada 120 views

Gunungsitoli,(Pers Indonesia.com) – Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara diambang Perpecahan.

Bagaimana tidak, adanya dualisme kepemimpinan ditubuh PC NU Kota Gunungsitoli saat ini, menunjukan bahwa organisasi muslim terbesar di Indonesia itu dipimpin oleh 2 (dua) kubu yang merasa telah mengantongi surat keputusan (SK) dari PB NU Pusat.

Namun salah satu kubu, di tengarai lewat jalan pintas untuk mendapatkan SK tersebut, sementara kubu yang satu melalui mekanisme organisasi yang berlaku.

Demikian ditegaskan oleh Ketua Serikat Nelayan Nadhlatul Ulama (SNNU) Kota Gunungsitoli, bung Masry di kediamannya di jalan Sutomo desa Mudik Kota Gunungsitoli Rabu (12/1).

Dijelaskan Masry lagi, saya sebagai Ketua SNNU Kota Gunungsitoli yang juga merupakan Organisasi Banom NU yang di bentuk oleh kaum Nahdhiyin, merasa sangat Prihatin atas tindakan segelintir orang yang berusaha mencoba memecah belah organisasi PC NU Kota Gunungsitoli akhir akhir ini.

Lebih jauh Masry mengungkapakan bahwa sebelum Muktamar NU  ke 34 yang di gelar di Lampung, telah muncul SK baru PC NU Kota  Gunungsitoli no : 764/A.II.04.d/11/2021, dimana dalam SK tersebut saudara Hamdan Telaumbanua menjabat sebagai Tandfiz  dan Rois nya Rasifudin Gea.

Parahnya lagi, kubu Hamdan CS ini telah melakukan Audiens ke Pemerintah Kota Gunungsitoli dan beberapa instansi lainnya.ujar Masry.

Sontak saja hal ini mengundang reaksi negatif dari beberapa banom yang bernaung dibawah PC NU Kota Gunungsitoli, kita menilai SK yang dimiliki kubu Hamdan cs cacat hukum karena melanggar AD/ART dan tidak sesuai mekanisme organisasi.

Sementara, kubu yang sah dan mendapat dukungan adalah kubu Rusudin Zalukhu, SE sebagai Tandfiznya dan Badrinal arifin sebagai Roisnya, karena kami menilai telah melalui tahapan mekanisme organisasi dan sesuai AD/ART yakni Konfrensi Cabang ke III PC NU Kota Gunungsitoli pada tanggal 14 Maret 2020.

Sebagai Banom NU dan juga Ketua SNNU Kota Gunungsitoli, saya sangat prihatin adanya dualisme di tubuh PC NU Kota Gunungsitoli.

Karena itu kami meminta  kepada Pimpinan Wilayah NU Provinsi Sumatera Utara untuk menyelesaikan konflik di tubuh PC NU Kota Gunungsitoli ini, dengan memanggil kedua belah pihak duduk bersama mengakhiri konflik internal tersebut dan meminta  agar PB NU di Jakarta segera membekukan SK No.764/A.II 04.d/11/2021 karna dianggap telah melanggar AD/ART dan Hirarki Organisasi di dalam tubuh NU”. Demikian Masry mengakhiri.

Hamdan Telaumbanua yang dihubungi via selulernya tiga kali, di nomor 08xxxxx663, nada masuk tapi tidak direspon.

Hingga berita ini ditayangkan, kedua kubu yang bertikai belum dapat dikonfirmasi.(edy.L)

1031740login-checkPengurus Cabang NU Kota Gunungsitoli Diambang Perpecahan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *