Gede Ari Nesa,SH.,MH, Nahkoda Baru Skarisba, Lebih Milenial dan Semakin Dipercaya

Badung – Pengukuhan/pelantikan I Gede Ari Nesa Wijaya,SH.,MH sebagai kepala SMK PGRI 1 Badung (Skarisba) dilalsanakan di lobi hotel Skarisba, menggantikan Dr.Drs.I Made Gede Putra Wijaya,SH.,M.Si yang selanjutnya menjadi Pembina di sekolah setempat.

Turut hadir dalam kesempatan itu, seluruh pengurus dan pengawas YPLP PGRI se-Bali, kepala-kepala sekolah PGRI, Bendesa Gerih, serta undangan lainnya.

Dengan berpindahnya tongkat estafet kepemimpinan maka secara langsung Skarisba
kini punya nahkoda baru.
Secara sah I Gede Ari Nesa Wijaya, SH., MH. Pria 35 tahun dilantik dan dikukuhkan untuk menjabat Kepala Skarisba, pada Selasa (16/8) oleh Ketua YPLP Provinsi PGRI Bali Dr. I Made Suada.

Dunia pendidikan sudah tidak asing lagi bagi Tu De. Ia lahir dari pasangan pendidik; Dr. Drs. I Made Gede Putra Wijaya, SH., M.Si., dengan Dra. Ni Made Yuliastri, M.Pd. Sang ayah berprofesi sebagai dosen sekaligus dilabeli tokoh pendidikan, sedangkan ibunya guru aktif di SMAN

Dikonfirmasi usai pelantikan, Gede Ari anesa mengaku siap menerima tongkat estafet menggantikan Dr.Putra Wijaya(Ayahnya) yang telah 32 tahun mengabdikan segenap jiwa dan raganya untuk Skarisba.

Kerja keras Putra Wijaya selaku pendiri Skarisba sejak tahun 1990 akan dibayar melalui kerja keras, cerdas dan tuntas. Dengan segala fasilitas yang dimiliki, Sentara di tangan Gede Ari Nesa diharapkan Skarisba bisa mengebrak sekaligus landing kembali dengan berbagai inovasi milenial, menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Meski tidak mudah, Gede Ari Nesa mengaku akan memanfaatkan seluruh sumber daya yang ada, salahsatunya menggenjot promosi di media mainstream dan media sosial.

“Saya telah belajar banyak dari bapak (Dr.Putra Wijaya – red) dan guru-guru senior di sini beberapa tahun agar saya menguasai ritme kerja sebagai pimpinan sekolah. Saya akan terus meminta bimbingan dari mentor,” ucap Gede Ari Nesa.

Melanjutkan dan mempertahankan, menurut Gede Ari Nesa, jauh lebih menantang dari pada memulai. Sehingga dalam kepemimpinannya ke depan, pertama yang dilakukan adalah evaluasi.

“Apa-apa yang sudah bagus dari kepemimpinan sebelumnya tentu kita lanjutkan. Dan kekurangannya kita perbaiki,” imbuhnya.

Ia pun berterima kasih kepada semua pihak yang telah mempercayakan dirinya sebagai Kepala Skarisba. “Mari kita berkolaborasi menjaga eksistensi sekolah yang kita cintai ini,” ajaknya.

Lebih lanjut, Gede Ari Nesa mengaku, berkecimpung di dunia pendidikan adalah panggilan hati untuk meneruskan cita-cita luhur orangtuanya membantu mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya bagi anak-anak dari lingkungan sekitar.

Komitmen tersebut merupakan bentuk lain dari sisi kepahlawanan yang diwarisi dari sang kakek. “Bentuk perjuangan pascakemerdekaan tentu tidak lagi berperang melawan penjajah, melainkan menumpas kebodohan dengan memfasilitasi pendidikan bagi anak-anak bangsa,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Putra Wijaya menganggap Gede Ari Nesa sudah pantas menggantikan dirinya yang sudah “kepala enam”. Dari sisi kemampuan, putra sulungnya itu juga disebut layak karena telah berpengalaman memimpin sejumlah organisasi di skub komunitasnya.

Sebagai anak muda yang sedang energik, tentu Putra Wijaya berharap Skarisba semakin maju, berkembang dan menjadi pilihan utama masyarakat. Apalagi Gede Ari Nesa dikenal pandai bergaul serta punya jaringan luas.

“Saya sudah 32 tahun memimpin, bahkan mulai dari merintis. Dari tidak punya gedung, pinjam SD sana-sini, hingga jadilah sampai sekarang. Bangunan megah, lengkap dengan hotel,” kenangnya.

Tongkat estafet, menurut Putra Wijaya, sudah tepat dilakukan sekarang agar tidak kelabakan jika suatu saat nanti dirinya sudah tidak mampu lagi memimpin seiring usia yang menyenja.

tim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *