Bawaslu Selidiki Pengrusakan 3 Baliho di Pertigaan Tugu Desa Pohsanten

Persindonesia.com Jembrana – Suasana kampanye di Kabupaten Jembrana, mulai memanas. Pada Sabtu (2/12/2023) dini hari, tiga baliho capres dan caleg PDI Perjuangan di pertigaan Desa Pohsanten, Kecamatan Mendoyo, dirusak. Bawaslu Jembrana telah menerima laporan dari pihak PDI Perjuangan dan segera melakukan penyelidikan.

“Kami telah menerima laporan dari warga masyarakat terkait dengan perusakan alat peraga kampanye sebanyak 3 buah. Laporan itu kami terima dan tindak lanjuti, kita punya waktu 3 hari kedepan untuk menentukan kajian awal menentukan apakah ini bisa ditindaklanjuti atau tidak,” kata Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran Bawaslu Jembrana Pande Made Ady Muliawan. Sabtu (02/12/2023).

Menurut Ady, jika tidak bisa ditindaklanjuti maka akan dijadikan informasi awal untuk selanjutnya dilakukan penelusuran untuk melakukan investigasi untuk menentukan syarat formil dan materiilnya terkait pengrusakan APK bisa ditindaklanjuti. “Kita proses sesuai dengan perundang-undangan,” jelasnya.

Menhan Prabowo Serahkan Delapan Unit Helikopter H225M

Ady mengungkapkan, sejak dimulainya masa kampanye, pihaknya baru kali ini menerima laporan apalagi yang bersifat pidana. “Untuk barang bukti segera kami amankan dari lokasi kejadian agar bisa kita tindaklanjuti sesuai dengan mekanisme,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris DPC PDIP Jembrana yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Jembrana Ni Made Sri Sutharmi mengatakan, pihaknya telah melaporkan pengrusakan tiga baliho tersebut ke Bawaslu Jembrana.

“Tiga baliho kita yang dirusak disana pada hal banyak ada baliho dari caleg lain, cuma hanya baliho kita saja dirobek termasuk baliho capres dan cawapres, bahkan baliho saya dirobek dan dibakar. Kami sekarang sudah di Bawaslu Jembrana, kita ikuti sesuai prosedurnya dan kita tidak mau ikut arogan seperti itu,” ucapnya.

Astaga! Ibu Hamil Tua Bunuh Diri Diduga Akibat Cekcok dengan Suami

Sri mengaku akan menyampaikan kepada struktur, satgas, relawan, dan semua tim PDI Perjuangan agar tetap tenang dan menjaga baliho di daerah masing-masing.

“Kita juga tidak berharap mereka ikut terpancing tetap tenang saja karena sudah ada aparat yang menangani hal tersebut baik dari Bawaslu maupun kepolisian. Kita sudah sampaikan itu kepada semua tim agar tidak terpancing, saya takutnya kita dipancing agar ikut emosi yang juga ikut melakukan hal seperti itu,” ujarnya. Dar

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *