Residivis Penipuan Tanah Kavling di Jembrana Berakhir Ditangan Tim Kurawa

Persindonesia.com Jembrana – Tim Kurawa Polres Jembrana berhasil menangkap residivis penipuan bekedok penjual tanah kavling. Terduga pelaku diketahui bernama I Wayan Subadia (64), warga Desa Sidakarya, Kecamatan Denpasar Selatan, Kota Denpasar.

Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, mengatakan, penangkapan pelaku bermula dari laporan korban bernama M. Juhri. Juhri mengaku telah ditipu oleh pelaku saat membeli tanah kavling di Kelurahan Lelateng, Jembrana.

“Korban mengatakan, ia tertarik membeli tanah kavling tersebut setelah melihat brosur yang disebarkan oleh pelaku. Saat bertemu dengan pelaku, korban mengaku diberitahu bahwa seluruh tanah kavling telah dibayar lunas kepada pemilik sebelumnya,” terangnya. Kamis (4/1/2024).

Curi Mesin Kasir di Jembrana, Untuk Top Up Game Online dan Michat

Tri melanjutkan, pelaku juga meyakinkan korban bahwa biaya pengurusan peralihan hak atas tanah kavling, termasuk menimbun tanah serta membuat jalan aspal, akan ditanggung olehnya.

“Korban pun percaya dan membeli dua bidang tanah kavling seluas 200 meter persegi dan 185 meter persegi dengan total harga Rp30 juta. Ia menyerahkan uang muka sebesar Rp20 juta kepada Subadia,” jelasnya.

Tri mengaku, kasus serupa juga dialami Ramdani. Ia juga bertemu dengan pelaku dan membeli satu bidang tanah kavling seluas 200 meter persegi dengan harga Rp250 juta. “Ia menyerahkan uang tanda jadi sebesar Rp1 juta dan uang tambahan sebesar Rp99 juta kepada pelaku,” ucapnya.

Polda Jatim Kejar Pelaku Penembakan Relawan Capres Di Madura

Namun, kata Tri, hingga saat ini, pelaku belum memenuhi janjinya untuk menimbun tanah dan membuat jalan aspal. Ia juga belum membayar lunas tanah kavling kepada pemilik sebelumnya.

“Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku ternyata pernah dihukum penjara pada tahun 2016 karena kasus penipuan jual beli tanah. Pelaku dijatuhi hukuman penjara selama dua tahun,” ujarnya.

Saat ini, pelaku sudah diamankan. Pelaku juga dijerat dengan Pasal 378 KUHPidana tentang Penipuan dengan ancaman hukuman penjara maksimal empat tahun. “Kami mengimbau kepada masyarakat Jembrana yang mungkin juga menjadi korban terhadap pelaku dapat melapor ke Satuan Reskrim Polres Jembrana,” himbaunya.

Bendesa Adat di Jembrana Kelimpungan Tunggu Sisa Dana Bansos

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membeli tanah. Jangan mudah tergiur dengan bujuk rayu dan tipu daya oknum yang menjual tanah di bawah harga dan mengiming-iminingkan kemudahan dalam membeli tanah. Sur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *