Beladiri Militer Yongmoodo Bisa Dikembangkan di Dunia Pendidikan

persindonesia.com Jembrana, Yongmoodo adalah salah satu jenis bela diri yang berasal dari Korea Selatan. Bela diri ini merupakan gabungan beberapa bela diri. Di Indonesia, yongmoodo menjadi bela diri wajib bagi anggota Tentara Nasional Indonesia. Selain di kalangan militer ternyata Yongmoodo bisa pula dikembangkan di sekolah-sekolah dan di masyarakat di Kabupaten Jembrana.

Yong Moo Do merupakan bela diri asal Korea Selatan dan sudah dikenal di Indonesia sebagai bela diri wajib sejak 2008. Yong Moo Do mengombinasikan gerakan tendangan, banting, kunci, dan piting. Pertandingan para petarung Yong Moo Do tidak menggunakan sarung tinju. Pelindung hanya digunakan pada lengan tangan, kaki, dan dada saja. Tak heran pertandingan kerap berakhir pada cedera serius.

Dan sejak didirikannya Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI), seni beladiri asal Korea ini pun mulai disosialisasikan kepada masyarakat umum di tahun 2012 ini. Sosialisasi berupa roadshow ke sejumlah kota besar di Indonesia. Dalam sosialiasi tersebut, diperagakan sejumlah jurus yang dilakukan oleh atlet Yongmoodo.

Rangking dan warna sabuk yang ada dalam beladiri Yongmoodo adalah : Rangking 10 = Sabuk putih, Rangking 9 = Sabuk Kuning, Rangking 8 = Sabuk Kuning, Rangking 7 = Sabuk Hijau, Rangking 6 = Sabuk Hijau6. Rangking 5 = Sabuk Biru, Rangking 4 = Sabuk Biru, Rangking 3 = Sabuk Coklat, Rangking 2 = Sabuk Coklat dan Rangking 1 = Sabuk Merah.

Dandim 1617/Jembrana Letkol Inf.Teguh Dwi Raharja, S.sos mengatakan selaku ketua dan pembina Yongmoodo bahwa jenis beladiri ini sangat bagus dikembangkan di sekolah-sekolah. Bahkan jajaran babinsa juga senantiasa disosialisasikan ke masyarakat. Beladiri militer ini sangat bagus dikembangkan dengan cara yang tepat dan benar. Sehingga tidak menimbulkan cedera.

“Banyak atlit Yongmoodo telah melahirkan prestasi gemilang di ajang daerah, nasional dan hingga tingkat internasional. Sehat, cerdas, cekatan dan terampil tentu modal utama dalam melakoni setiap kegitan atau pun olahraga lainnya. Apalagi Yongmoodo bisa dikembangkan di sekolah-sekolah sebagai bentuk pendidikan olahraga yang bisa melahirkan prestasi-prestasi yang gemilang,” tuturnya.

Teguh juga pertegas Yongmoodo selain ada tempat latihan di Kodim juga di batalion Garuda Nusantara 741 yang siap membina mental para generasi muda yang ikut dalam program-program latihan dan bahkan dilengkapi pula dengan alat pengaman matras dan juga sarana lainnya. “Sesuatu yang sangat dibanggakan adalah peran pemerintah Kabupaten Jembrana yang total mensuport olahraga beladiri Yongmoodo. Terutama Koni dan pihak terkait, sehingga sinergitas berjalan sesuai program TNI dan pemerintah,” ucap Dandim yang merupakan putra asli Jembrana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *