Diserang Hama, Stok Beras Bulog Jembrana Belum Bisa Disalurkan

Persindonesia.com Jembrana – Stok beras stabilitas pasokan harga pangan (SPHP) di Gudang Bulog Penyaringan, Kabupaten Jembrana, Bali, menipis. Hingga saat ini, stok yang ada di gudang tersebut masih dalam tahap pengobatan karena diserang hama.

Kepala Gudang Bulog Jembrana I Wayan Adi Astika mengatakan, stok beras SPHP yang ada di gudang tersebut sebanyak kurang lebih 3 ton. Stok tersebut belum bisa disalurkan lantaran masih dalam proses pengobatan.

“Stok untuk beras SPHP dalam proses pengobatan, ada stok akan tetapi ada hama dan perlu perawatan terlebih dahulu,” kata Adi Astika, Kamis (1/2/2024).

Harga Beras di Jembrana Melonjak Tajam

Adi Astika mengatakan, pihaknya masih menunggu kedatangan beras impor dari pusat. Menurut informasi dari Denpasar, kapal yang mengangkut beras impor tersebut belum bisa sandar di Pelabuhan Benoa, Bali, karena masih ada kapal pesiar yang sedang menyandar.

“Kami masih nunggu beras import, menurut informasi dari Denpasar Kapal yang mengangkut beras import tersebut belum bisa nyandar menunggu giliran karena di dermaga Benoa masih ada kapal pesiar yang sedang menyandar. Rencana di gudang disini mendapat 1000 ton,” ujarnya.

Sementara itu, stok beras SPHP yang ada di gudang tersebut juga diprioritaskan untuk penyaluran bantuan pangan (Bapang) bantuan gratis 10 kilo ke masyarakat. Penyaluran Bapang tersebut sudah dimulai pada Rabu (31/1/2024) kemarin ke setiap Kantor Camat di Jembrana. “Stok berang bapang stok masih aman untuk alokasi bulan Januari,” terangnya.

Dukung Pengamanan Pemilu 2024, Kodam V Brawijaya Siapkan 18 Ribu Personel

Adi Astika mengatakan, stok beras di gudang Bulog Jembrana masih aman. Penambahan stok biasanya terus bergulir dari pusat melalui Pelabuhan Benoa. “Namun, karena adanya kapal pesiar yang sedang menyandar, kapal yang membawa beras dari pusat tidak bisa menyandar,” jelasnya.

Sementara itu, lanjut Adi, mitra Bulog lokal di Jembrana sampai saat ini belum ada yang menyetor beras. Hal ini disebabkan karena belum ada panen di Jembrana pasca kemarau panjang.

“Sama sekali tidak ada setoran dari mitra kami padahal harga beras di oasaran semakin hari semakin naik. Sekarang sudah mulai musim hujan, mudah-mudahan petani bisa kesawah lagi agar ada panen untuk menekan haraga beras di pasaran,” pungkasnya. Dar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *