Do’s and Don’ts, Begini Aturan Wisatawan Selama Berada di Bali

Persindonesia.com Denpasar – Belakangan ini, beberapa oknum wisatawan asing yang berlibur ke Bali kembali melakukan ulah yang tak patut untuk ditiru.

Celakanya, ulah wisatawan nakal itu pun divideokan dan viral di media sosial. Hal ini pun dikhawatirkan menjadi citra negatif bagi pariwisata Bali yang mengusung tagline ‘Pariwisata Budaya’.

Menyikapi hal itu, Pemerintah Provinsi Bali melalui Dinas Pariwisata mengundang stakeholders pariwisata guna menyikapi wisatawan nakal.

Pj. Gubernur Bali Hadiri Penyampaian Laporan Hasil Pemeriksaan Atas LKPP Tahun 2023

Rapat koordinasi melibatkan baik itu dari unsur penegak hukum, asosiasi pariwisata, penegak perda, hingga keimigrasian, berlangsung di kantor Dispar Bali di Denpasar, Selasa (9/7).

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun mengatakan, Bali mengusung pariwisata budaya. Selain menikmati keindahan alam, wisatawan datang ke Bali tertarik dengan seni, budaya, adat istiadat, hingga keramah tamahan masyarakatnya.

Dengan berbagai pesona yang disajikan itu, para wisatawan menyebut Bali dengan berbagai julukan mulai dari Pulau Seribu Pura, Paradise Island, hingga The Last Paradise in the World.

“Ini menjadi alasan mengapa wisatawan mau datang dan berlibur ke Bali,” katanya.

Pemerintah Provinsi Bali juga terus terus berupaya untuk memperbaiki pemahaman WNA yang datang ke Bali.

2 Pengedar Sabu di Desa Kayuputih Sukasada Berhasil Ditangkap Polres Buleleng

Salah satunya dengan Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 4 Tahun 2023 tentang Tatanan Baru bagi Wisatawan Mancanegara Selama Berada di Bali yang telah disosialisasikan kepada seluruh pemangku kepentingan pariwisata di Bali.

Selain itu, Pemprov Bali bersama dengan Imigrasi Kemenkumham juga menyelipkan selebaran Do’s and Don’ts di paspor WNA yang datang ke Bali.

Yakni apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan WNA selama di Bali, sebagai upaya edukasi kepada wisatawan. Selebaran ini mendapat apresiasi positif dari WNA yang tiba di Bali.

Do’s and Don’t, ini juga bisa dilihat di website dan aplikasi Love Bali milik Pemerintah Provinsi Bali. Langkah-langkah ini dilakukan sebagai upaya dalam rangka menciptakan pariwisata berkualitas dan bermartabat.

Sah! Kejari Bangli Hentikan Penuntutan Perkara Penadahan Kendaraan Bermotor Berdasarkan RJ

Menjaga pariwisata berbasis budaya ini menyangkut pada dua hal. Yakni, pertama agar menghormati norma norma kesucian pura, tradisi, dan budaya, serta kearifan lokal Bali, dan yang kedua utamanya untuk menaati aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

Do’s and Don’ts ini untuk mencegah perilaku tidak pantas para wisatawan selama berada di Bali. Selebaran yang disisipkan ke dalam paspor wisatawan itu, agar mereka bisa mengetahui apa yang perlu mereka perhatikan selama di Bali.

Baik itu, budaya, tempat suci, lokal wisdom, pakaian yang sopan, menggunakan money changer yang benar, hingga menyewa kendaraan dengan lisensi. Tidak boleh ke daerah suci, tempat berdoa dan harus gunakan pakaian tradisional.

Tjok Bagus juga mengungkapkan, Do’s and Don’ts ini bakal terus disosialisasikan. Mengingat wisatawan yang datang ke Bali ini silih berganti.

Bejat ,,,,Cabuli Ponakan Selama Satu Tahun Lebih , Pria Asal Kumai Digiring Ketahanan

Pihaknya memohon kepada kabupaten/kota agar ikut mensosialisasikan Do’s and Don’ts dengan mencetak flyer dan memasang baliho di setiap daya tarik wisata.

Pihaknya juga bakal menggandeng Desa Adat untuk turut melakukan pengawasan dan menyampaikan Do’s and Don’ts. Yakni apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan wisatawan selama di Bali.

Berikut aturan Do’s and Don’ts

Aturan Do’s atau apa yang boleh dilakukan di Bali:

  1. Menghormati agama setempat dan tempat sucinya
  2. Menghormati kearifan Bali termasuk upacara adat
  3. Kenakan pakaian yang pantas
  4. Berperilaku khusus di tempat suci
  5. Bepergian dengan pemandu wisata berlisensi jika diperlukan
  6. Penukaran uang di money changer yang sah
  7. Transaksi dengan Standar QR Indonesia
  8. Transaksi tunai dengan Rupiah
  9. Mematuhi peraturan lalu lintas
  10. Menyewa kendaraan dari perusahaan resmi
  11. Tinggal di akomodasi yang sah
  12. Mematuhi segala peraturan di tempat wisata

Aturan Don’t atau apa yang tidak boleh dilakukan di Bali:

Ditabrak Truk, Pohon Mahoni Roboh Timpa Mobil Kalaksa BPBD Jembrana di Pohsanten

  1. Masuk ke area utama tempat persembahyangan kecuali untuk sembahyang dengan mengenakan pakaian adat Bali dan tidak sedang haid
  2. Memanjat pohon suci
  3. Berfoto dengan pakaian yang tidak pantas di sekitar tempat suci
  4. Jangan membuang sampah sembarangan
  5. Gunakan plastik yang tidak dapat didaur ulang
  6. Berperilaku buruk di tempat umum
  7. Bekerja atau berbisnis secara ilegal
  8. Melakukan perdagangan ilegal. Al

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *